Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Lewat Urunan, Tim Mahasiswa FSTEM UB Taklukkan Kompetisi Business Model Canvas

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Jul - 2026, 18:02

Placeholder
Empat mahasiswa Program Studi Sains Data FSTeM UB, sukses meraih Juara 1 kategori Business Model Canvas lewat inovasi Urunan (ist)

JATIMTIMES - Keterbatasan akses terhadap permodalan masih menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun para inovator muda di Indonesia. Banyak gagasan yang memiliki potensi berkembang justru terhenti karena sulit memperoleh dukungan pembiayaan. Berangkat dari persoalan tersebut, empat mahasiswa Program Studi Sains Data Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2025 menghadirkan sebuah solusi berbasis teknologi yang mereka beri nama "Urunan".

Inovasi tersebut mengantarkan Aini Tusamma Salsabila, Hasrip Widianto, Gesya Nur Azizah, dan Muhammad Fairo Yans Azfaro meraih Juara 1 kategori Business Model Canvas (BMC) dalam National Youth Preneur Festival 2026 yang berlangsung di Jember pada Minggu, 28 Juni 2026. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis analisis data mampu melahirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

Baca Juga : Strava Jadi Pemungut Pajak di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Dalam kompetisi tersebut, tim menawarkan konsep platform investasi digital yang berfungsi sebagai penghubung antara idea maker maupun pelaku UMKM dengan para investor. Platform tersebut dirancang agar proses pencarian modal dapat berlangsung lebih mudah, transparan, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat.

Berbeda dengan banyak rancangan bisnis lain, "Urunan" dibangun dengan menempatkan pengelolaan data sebagai fondasi utama sistem. Analisis data dimanfaatkan untuk membantu memvalidasi rekam jejak pelaku UMKM sekaligus memperkuat transparansi setiap proses investasi.

"Fokus kami adalah menciptakan jembatan penghubung yang aman sekaligus inklusif," ujar perwakilan tim saat mempresentasikan konsep tersebut di hadapan dewan juri.

Menurutnya, keamanan dan keterbukaan menjadi faktor penting agar investor memiliki keyakinan ketika menanamkan modal kepada pelaku usaha maupun inovator yang membutuhkan pendanaan.

"Melalui pengelolaan data relasional yang akurat, sistem dapat memberikan rekomendasi investasi yang tepat sasaran," lanjutnya.

Ia menjelaskan, rekomendasi tersebut diharapkan mampu membantu investor mengambil keputusan berdasarkan data yang lebih terukur, bukan sekadar pertimbangan subjektif.

"Pendekatan itu sekaligus menumbuhkan kepercayaan investor dan menghidupkan ide-ide brilian yang selama ini terganjal dana," tambahnya.

Selain mengutamakan keamanan sistem, tim juga memperhatikan kenyamanan pengguna. Rancangan antarmuka atau user interface dan user experience aplikasi dibuat menggunakan estetika desain vektor yang bersih serta minimalis. Pilihan tersebut sengaja diterapkan agar aplikasi tetap ringan digunakan dan mudah dipahami oleh pelaku UMKM di daerah yang baru mulai mengenal teknologi crowdfunding.

Baca Juga : Unisba Blitar Sabet Juara 1 Nasional Kosabangsa Melalui Program Pemberdayaan Pantai Pudak

Konsep yang mereka susun mendapat perhatian positif dari dewan juri yang terdiri atas praktisi bisnis dan ahli kewirausahaan. Keempat mahasiswa mampu menunjukkan bahwa kompetensi di bidang statistika dan Sains Data dapat dipadukan dengan strategi ekonomi kreatif dalam menyusun model bisnis yang matang.

Mulai dari penyusunan Value Proposition hingga Revenue Stream dalam Business Model Canvas, seluruh komponen dinilai memiliki dasar yang rasional, aplikatif, serta berpeluang besar untuk dikembangkan menjadi perangkat lunak yang benar-benar dapat diimplementasikan.

Kemenangan pada National Youth Preneur Festival 2026 bukan sekadar menjadi capaian dalam sebuah kompetisi. Prestasi tersebut menjadi langkah awal bagi tim untuk membuktikan bahwa konsep yang mereka bangun memiliki peluang diwujudkan menjadi platform digital yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tahap berikutnya yang menjadi target adalah merealisasikan blueprint "Urunan" menjadi sebuah prototype. Tim juga berencana mencari peluang mengikuti program inkubasi bisnis agar pengembangan platform dapat terus berlanjut hingga siap digunakan secara luas.

Inovasi yang mereka hadirkan turut memberikan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Gagasan tersebut mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui upaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM serta mendorong peningkatan produktivitas. Selain itu, konsep tersebut juga sejalan dengan SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena memberikan ruang bagi lahirnya inovasi berbasis teknologi yang dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan.

Prestasi yang diraih Aini Tusamma Salsabila, Hasrip Widianto, Gesya Nur Azizah, dan Muhammad Fairo Yans Azfaro menunjukkan bahwa mahasiswa Sains Data FSTeM Universitas Brawijaya mampu membawa keilmuan yang dipelajari di bangku kuliah keluar dari ruang akademik. Melalui pemanfaatan data dan teknologi, mereka menghadirkan sebuah gagasan yang berpotensi memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi UMKM, inovator muda, serta ekosistem investasi digital di Indonesia.


Topik

Pendidikan fstem ub fmipa ub Fakultas Sains Teknologi dan Matematika universitas brawijaya prestasi mahasiswa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan