Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Turnamen Futsal Diduga Jadi Pemicu Tawuran hingga Penganiayaan di Malang

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

19 - Jan - 2026, 15:07

Placeholder
Lokasi diduga pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pada Minggu (18/1/2026). (Foto: Polsek Pakisaji for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dugaan aksi pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka berat di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pada Minggu (18/1/2026) diduga dipicu karena turnamen Futsal tingkat pelajar. Tensi tinggi antar suporter yang saat itu bertanding berlanjut hingga pada akhirnya terjadilah tawuran.

Perkembangan hasil penanganan awal pihak kepolisian tersebut juga turut disampaikan oleh Kapolsek Pakisaji AKP Indra Subekti. "Pengeroyokan atau tawuran tersebut berawal dari adanya pertandingan futsal yang diselenggarakan di Metro Sport Center di Kecamatan Kepanjen," ujarnya kepada JatimTIMES.

Baca Juga : 2 Pelajar di Kabupaten Malang Diduga Jadi Korban Pengeroyokan dan Pembacokan

Sebagaimana diberitakan, dugaan aksi tawuran tersebut dilaporkan ke Polsek Pakisaji pada Minggu (18/1/2026) sekira pukul 14.30 WIB. Anggota piket Polsek Pakisaji yang pada saat itu menerima laporan kemudian bergegas mendatangi lokasi kejadian.

Diketahui, dugaan aksi pengeroyokan dan penganiayaan tersebut terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Malang. Di antaranya meliputi di kawasan depan Pasar Pakisaji yang berlanjut hingga ke kawasan depan SDN 2 Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Data awal kepolisian menyebutkan, dugaan aksi pengeroyokan dan penganiayaan tersebut mengakibatkan dua korban mengalami luka berat. Sementara untuk identitas kedua korban masing-masing diketahui berinisial NAR warga asal Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dan ED asal Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Para korban diketahui masih berstatus sebagai pelajar. Di mana, sesaat setelah kejadian para korban langsung di evakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun JatimTIMES, aksi tawuran tersebut melibatkan antar suporter yang masih berstatus pelajar. Yakni dari dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Malang dan Kota Malang.

"Awalnya, korban bersama enam teman lainnya yang merupakan suporter dari Kabupaten Malang dan rombongan suporter lainnya tersebut berjalan dari arah Kepanjen," ujar Indra.

Rombongan suporter dari kalangan pelajar tersebut kemudian berpapasan dengan rombongan lima orang lainnya ketika melintas di depan Pasar Pakisaji. Mengetahui gelagatnya yang merupakan sesama suporter, kedua kubu tersebut kemudian saling bertegur sapa.

Mereka kemudian saling menanyakan asal suporter dari sekolah SMP mana. Spontan, salah satu korban berinisial NAR kemudian mengaku jika dirinya merupakan suporter dari Kabupaten Malang.

"Tiba-tiba korban dipukul oleh dua orang dengan menggunakan benda keras ke bagian hidung," ujar Indra.

Akibat pukulan tersebut, hidung korban mengalami pendarahan. Di sisi lain, korban yang pada saat itu terjatuh kemudian justru diseret oleh diduga rombongan suporter dari kubu sekolah lainnya.

Baca Juga : Wanita Diduga Meloncat di Jembatan Suhat Dini Hari Tadi, Begini Kronologinya

"Pada saat itu warga sempat datang untuk memisah (melerai, red) para pelaku tawuran," imbuhnya.

Mengetahui NAR dikeroyok, korban lainnya yakni yang berinisial ED dan teman-temannya spontan lari menyelamatkan diri. Pada saat itu, ED dan seorang temannya diketahui lari ke sebuah gang yang ada di sekitar lokasi kejadian pertama yakni di kawasan Pasar Pakisaji.

"Tidak lama kemudian mereka bertemu kelompok lain yang berjumlah sekitar 20 orang yang juga masih berusia pelajar SMP," imbuhnya.

Pada saat itu, ED di ajak oleh kelompok diduga suporter dari kubu lawan tersebut ke arah utara. Yakni menuju ke arah Kota Malang. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua, yakni di kawasan SDN 2 Kebonagung, korban ED akhirnya diduga dianiaya secara bersama-sama.

"Selanjutnya korban ED tersebut ditemukan warga sudah dalam kondisi mengalami luka yang diduga luka bacok di bagian kepala dan tangan," bebernya.

Anggota piket jaga Mako Polsek Pakisaji yang mendatangi lokasi kejadian kemudian melakukan penanganan awal. Termasuk melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi.

Sementara kepada para korban yang mengalami luka berat saat itu langsung di evakuasi ke rumah sakit. "Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat. Namun dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa," pungkasnya.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Indra Subekti Pakisaji kabupaten Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya