JATIMTIMES - Banyak orang mengira usia sebuah ponsel hanya dihitung dari kapan perangkat itu dibeli. Padahal, dalam dunia teknologi, usia HP Android tidak hanya ditentukan oleh lamanya pemakaian, tetapi juga oleh masa dukungan resmi yang diberikan oleh produsen.
Mengetahui sisa umur perangkat menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan keamanan, performa, hingga kenyamanan saat digunakan. Ponsel yang masih terlihat mulus dari luar belum tentu masih mendapatkan pembaruan sistem dan keamanan dari pabrikan.
Baca Juga : Jangan Asal Cuci Muka, Ini Teknik yang Tepat agar Wajah Bersih Tanpa Merusak Kulit
Masa dukungan resmi memang tidak menentukan kapan sebuah HP berhenti berfungsi. Namun, ketika periode tersebut berakhir, perangkat tidak lagi menerima pembaruan yang berfungsi menutup celah keamanan maupun memperbaiki bug pada sistem operasi. Akibatnya, risiko gangguan keamanan akan semakin meningkat seiring waktu.
Apa yang Dimaksud dengan Usia HP Android?
Secara teknis, usia HP Android mengacu pada dua aspek utama, yakni waktu sejak perangkat pertama kali dirilis serta lamanya dukungan perangkat lunak yang disediakan oleh produsen.
Komponen di dalam ponsel juga memiliki umur pakai tertentu. Karena itu, kondisi fisik yang masih bagus tidak selalu mencerminkan bahwa perangkat masih optimal digunakan, terutama jika pembaruan perangkat lunaknya sudah dihentikan.
Mengapa Masa Dukungan Sangat Penting?
Setiap produsen memiliki kebijakan yang berbeda mengenai lama pembaruan sistem operasi dan keamanan.
Sebagai contoh, ponsel flagship terbaru seperti Samsung Galaxy S26 maupun Google Pixel generasi terkini dapat memperoleh dukungan hingga tujuh tahun. Sementara itu, seri menengah seperti Samsung Galaxy A umumnya mendapat pembaruan sekitar empat tahun. Beberapa merek lain, seperti Xiaomi dan Motorola, rata-rata memberikan dukungan sekitar tiga tahun sejak perangkat diluncurkan.
Semakin lama sebuah perangkat tidak memperoleh pembaruan resmi, semakin besar pula potensi ancaman keamanan yang dihadapi penggunanya.
Mengutip Tech Advisor, perangkat Android yang telah melewati masa dukungan resmi tidak lagi menerima tambalan terhadap celah keamanan baru. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko serangan siber, terutama saat pengguna melakukan aktivitas penting seperti transaksi perbankan digital, belanja online, mengakses email, hingga menyimpan data pribadi maupun kata sandi.
Dua Pembaruan yang Menentukan Sisa Umur HP
Secara umum, terdapat dua jenis pembaruan yang menjadi indikator utama umur sebuah HP Android.
1. Pembaruan sistem operasi (Android Version Update)
Pembaruan ini biasanya hadir setiap tahun dengan membawa fitur-fitur baru, peningkatan performa, perubahan antarmuka, hingga peningkatan kompatibilitas aplikasi.
2. Pembaruan keamanan (Security Update)
Pembaruan keamanan dirilis secara berkala untuk menutup celah keamanan, memperbaiki bug, serta melindungi perangkat dari ancaman malware, virus, maupun upaya peretasan.
Baca Juga : Jangan Asal Cuci Muka, Ini Teknik yang Tepat agar Wajah Bersih Tanpa Merusak Kulit
Cara Mengecek Sisa Umur HP Android
Bagi Anda yang ingin mengetahui apakah ponsel masih memperoleh dukungan resmi, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.
• Buka menu Pengaturan di HP Android.
• Masuk ke menu Tentang Ponsel (About Phone), lalu catat merek dan tipe perangkat.
• Buka browser, kemudian kunjungi situs endoflife.date.
• Cari merek serta model HP yang digunakan.
• Setelah halaman perangkat terbuka, Anda dapat melihat informasi mengenai tanggal peluncuran perangkat, masa berakhirnya pembaruan sistem operasi, masa dukungan keamanan, hingga perkiraan sisa umur dukungan resmi perangkat.
Dengan mengetahui masa dukungan resmi, pengguna dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengganti perangkat atau tetap menggunakannya. Langkah sederhana ini juga membantu memastikan ponsel tetap aman digunakan, terutama untuk aktivitas yang melibatkan data pribadi dan transaksi digital.
