JATIMTIMES - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak para pekerja merayakannya secara positif. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan sejumlah agenda dialogis untuk memperkuat komunikasi antara buruh dan pemangku kebijakan.
Menurut Wahyu, Dinas Tenaga Kerja telah berkoordinasi dengan berbagai asosiasi buruh untuk menggelar kegiatan yang konstruktif. Agenda tersebut mencakup seminar serta dialog terbuka yang melibatkan pekerja dari berbagai sektor.
Baca Juga : Eksploitasi Anak, Orang Tua Paksa Balita Ngamen di Area Stadion Kanjuruhan Ditindak Polisi
“Besok kita adakan seminar dan dialog dengan para buruh. Ini ruang untuk menyampaikan keluhan, permasalahan, maupun harapan mereka,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan, forum dialog ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara buruh dan pemerintah. Berbagai persoalan yang muncul akan diinventarisasi untuk ditindaklanjuti, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Wahyu juga membuka kemungkinan membawa aspirasi buruh ke pemerintah pusat jika diperlukan. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan ketenagakerjaan lebih responsif terhadap kondisi di lapangan.
“Kalau ada persoalan yang perlu kita bantu sampaikan ke pusat. Tentu akan kita fasilitasi,” katanya.
Terkait kondisi ketenagakerjaan, Wahyu mengakui situasi ekonomi global saat ini berpotensi memberi tekanan. Namun, ia optimistis dampaknya masih dapat dikendalikan.
Pemerintah Kota Malang, sambung Wahyu, telah menjalin komunikasi dengan pelaku usaha dan pekerja. Upaya antisipasi juga terus disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Baca Juga : Kakanwil Kemenag Jatim Tekankan Perubahan Mindset dan Etos Kerja dalam Pembekalan GTK MTsN 2 Kota Malang
“Situasi global memang bisa berdampak, tapi kami yakin sudah ada langkah antisipasi dari para pengusaha,” ujarnya.
Meski demikian, Wahyu menilai belum ada kondisi yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan menghadapi dinamika ekonomi.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara khusus, tapi antisipasi tetap harus dilakukan,” ujarnya.
Dengan pendekatan dialog dan kolaborasi, Pemkot Malang berharap peringatan May Day dapat menjadi momentum memperkuat hubungan industrial yang harmonis di Kota Malang.
