Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Konser HS Slank Malang Pecah, 30 Ribu Penonton Padati Lapangan Rampal

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

20 - Apr - 2026, 10:28

Placeholder
Kaka Slank saat beraksi di atas panggung HS Tour Berani Kita Beda.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES – Konser Hey Slank X HS di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026), berlangsung meriah. Sekitar 30 ribu penonton memadati Lapangan Rampal sejak malam hari. Antusiasme tinggi terlihat karena Slank terakhir tampil di Malang pada 2017.

Kehadiran band legendaris ini menjadi pelepas rindu bagi para Slankers. Ribuan penonton datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan penampilan mereka. Suasana semakin semarak dengan kibaran bendera khas Slank di tengah kerumunan.

Baca Juga : Alumni FMIPA UB Tunjukkan Peta Karier Baru Saat Dunia Kerja Tak Lagi Linear

“Kita ketemu hampir 10 tahun yang lalu di Lapangan Rampal ini, tahun 2017. Kita datang ditantang HS, katanya orang-orang pemberani datang ke Rampal!” kata Kaka Slank dari atas panggung.

Slank membuka penampilan dengan sejumlah lagu enerjik. Di antaranya I Miss U but I Hate U, Gara-Gara Kamu, serta medley Mars Slankers dan Punk Java. Penampilan mereka dimulai tepat pukul 22.00 WIB.

Puluhan ribu penonton langsung larut dalam suasana konser. Mereka ikut bernyanyi dan mengibarkan bendera dari berbagai daerah, seperti Malang, Surabaya, Gresik, hingga Banyuwangi.

Arlida Putri turut meramaikan panggung.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Kaka juga menyapa penonton dengan gaya khas Malang. “Assalamualaikum! Malang apa kabar! Mawar Merah buat Kera Ngalam!” ucapnya disambut sorak meriah.

Slank tampil dengan formasi lengkap, yakni Kaka, Ridho, Abdee, Ivanka, dan Bimbim. Energi panggung mereka tetap terjaga, seolah tak lekang oleh waktu sejak era awal 1990-an.

Dalam sesi sebelumnya, Kaka menyebut Malang sebagai barometer musik. “Kalau lo sukses di Malang, future akan bagus!” ujarnya.

Di tengah konser, suasana berubah menjadi haru. Bimbim mengajak seluruh penonton untuk berdoa bersama. Ia mengenang musibah yang dialami keluarga Haji Suryo, termasuk wafatnya Hj. Anis Syarifah.

Ribuan slankers memadati Lapangan Rampal.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

“Saat ini Haji Suryo dalam keadaan sakit, kita doakan cepat sembuh. Arwah istrinya diterima Yang Maha Kuasa,” kata Bimbim.

Baca Juga : Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia, Dampak Pembatasan di Selat Hormuz

Setelah doa bersama, lagu Bimbim Jangan Menangis dibawakan dengan penuh emosi. Lagu tersebut memiliki makna mendalam bagi Bimbim yang juga mengenang ibundanya.

Konser semakin memuncak saat Slank membawakan lagu-lagu hits lainnya. Di antaranya Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Tonk Kosong, hingga Orkes Sakit Hati. Lagu lawas Poppies Lane Memory juga turut dibawakan.

Sejumlah band turut memanaskan suasana sebelum Slank tampil. Di antaranya Rastakrina Soundsystem, Superiots, Rebellionrose, Shaggydog, dan Begundal Lowokwaru sebagai wakil Malang.

Menjelang akhir konser, Slank membawakan lagu Kamu Harus Pulang sebagai penutup. Lagu tersebut dimainkan sekitar pukul 23.30 WIB.

“Alhamdulillah, Slank bisa balik ke Malang. Provokatornya adalah HS! Malam ini kita kasih lihat, kita berani beda!” kata Kaka menutup konser.

Atmosfer meriah dan penuh emosi membuat konser ini menjadi momen tak terlupakan. Bagi para Slankers, malam itu menjadi bukti bahwa Slank tetap eksis dan dicintai lintas generasi.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya slank konser slank lapangan rampal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana