Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Netanyahu Klaim Serangan ke Iran untuk Cegah Holocaust Kedua, Singgung Dukungan AS

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

14 - Apr - 2026, 10:38

Placeholder
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. (Foto dari @b.netanyahu))

JATIMTIMES - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pernyataan tegas terkait eskalasi konflik dengan Iran. Dalam pidatonya saat peringatan Hari Holocaust di Yad Vashem, ia menegaskan bahwa langkah militer Israel dilakukan demi mencegah tragedi kemanusiaan terulang.

Berbicara pada Senin malam waktu setempat, Netanyahu menyebut Israel telah mengambil tindakan besar terhadap Iran. Ia bahkan mengklaim serangan tersebut sebagai salah satu operasi paling signifikan dalam sejarah negara itu.

Baca Juga : LSM Cakrawala Keadilan Gelar Sayembara Tangkap Maling, Hadiah Jutaan Rupiah

Menurut Netanyahu, tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Israel untuk memastikan tragedi seperti Holocaust tidak kembali terjadi.

“Tahun ini kami benar-benar mewujudkan janji bahwa tidak akan ada Holocaust lagi,” ujarnya, seperti dilaporkan Channel 14, Selasa (14/4).

Dalam pidatonya, Netanyahu juga menyinggung operasi militer yang menargetkan apa yang ia sebut sebagai “poros ancaman” Iran. Ia mengklaim bahwa sejumlah fasilitas strategis telah terdampak, termasuk lokasi yang berkaitan dengan program nuklir dan militer Iran.

Ia bahkan menyebut nama beberapa wilayah seperti Natanz, Fordow, Isfahan, dan Parchin sebagai titik penting yang menurutnya berpotensi menjadi ancaman besar jika tidak dihentikan. Netanyahu membandingkan potensi bahaya tersebut dengan kamp konsentrasi Nazi seperti Auschwitz dan Treblinka.

Selain itu, Netanyahu turut menyoroti hubungan erat Israel dengan Amerika Serikat. Ia menyebut kerja sama dengan Presiden AS, Donald Trump, sebagai kemitraan strategis yang berperan penting dalam menghadapi Iran.

“Kami telah mengubah jalannya sejarah. Siapa pun yang mencoba menghancurkan kami akan menghadapi konsekuensi besar,” tegasnya.

Tak hanya itu, Netanyahu juga melontarkan kritik terhadap negara-negara Eropa. Ia menilai kawasan tersebut saat ini mengalami penurunan dalam hal komitmen moral dan ketegasan dalam menjaga nilai-nilai peradaban.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Eropa dinilai kurang mampu menghadapi berbagai ancaman global, termasuk yang berkaitan dengan keamanan dan stabilitas internasional.

Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan tetap berpegang pada tanggung jawab historisnya untuk melindungi rakyatnya dan mencegah tragedi kemanusiaan kembali terulang.

Baca Juga : Astra Honda Kencang Sejak Awal Musim, Herjun Sabet Podium ARRC Sepang

Di tengah pernyataan tersebut, dinamika hubungan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran memang tengah berada dalam fase paling tegang dalam beberapa tahun terakhir.

Konflik ini bukanlah hal baru. Permusuhan antara Iran dan Israel telah berlangsung selama puluhan tahun, terutama sejak Revolusi Islam 1979 yang mengubah hubungan keduanya dari sekutu menjadi musuh. 

Sementara itu, Amerika Serikat selama ini menjadi sekutu utama Israel. Pada 2026, hubungan ini semakin terlihat kuat, terutama dalam menghadapi Iran yang dianggap sebagai ancaman besar di kawasan Timur Tengah.

Bahkan, pada akhir Februari 2026, Israel dan AS dilaporkan melakukan operasi militer gabungan yang menargetkan fasilitas strategis Iran, termasuk infrastruktur militer dan sistem pertahanan udara. 

Serangan tersebut memicu balasan dari Iran dan memperbesar eskalasi konflik di kawasan. Ketegangan ini juga berdampak luas, mulai dari ancaman krisis energi global hingga gangguan stabilitas ekonomi internasional. 

Selain itu, konflik juga merambah ke wilayah lain, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk serta ancaman terhadap jalur vital seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.


Topik

Internasional Netanyahu Israel Iran Hari Holocaust Holocaust AS



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni