JATIMTIMES - Memasuki usia ke-112 tahun, DPRD Kota Malang menjadikan momentum hari jadi sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan kinerja ke depan. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa peringatan tahun ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terbuka.
“Iya, tepatnya hari ini (Rabu 25 Maret 2026, red),” ujar Amithya, Rabu (25/3/2026) kemarin saat dikonfirmasi terkait usia DPRD Kota Malang.
Baca Juga : Cara Cek Daya Tampung Prodi UTBK-SNBT 2026, Lengkap dengan Tips Memilih Jurusan dan Analisis Keketatan
Dalam peringatan kali ini, DPRD Kota Malang tetap menggelar agenda utama berupa rapat paripurna dan doa bersama. Namun, jadwal pelaksanaan disesuaikan dengan situasi yang ada, sehingga digeser ke akhir bulan.
“Nanti kita akan melakukan rapat paripurna dan juga seperti biasa kita panjat doa bersama dengan seluruh teman-teman DPRD. Seperti biasa juga kita akan berbagi kasih ya dengan anak-anak kita. Di tanggal 31, karena memang kan situasinya masih on banget gitu ya kalau tanggal 25 gitu kan, jadi kita mundurkan untuk panjat doanya, sesi sama paripurnanya tanggal 31,” jelasnya.
Lebih dari sekadar perayaan, Amithya menekankan pentingnya evaluasi dalam setiap langkah kerja lembaga legislatif. Ia mengakui bahwa masih ada kekurangan yang perlu dibenahi, sehingga kritik dan masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan.
“Saya kira teman-teman bisa melihat lah seperti apa, tapi pastinya semua yang kita lakukan itu juga enggak lepas dari evaluasi. Bagaimanapun kita ini juga manusia biasa gitu kan, ada beberapa hal yang mungkin kami masih kurang dalam bekerja. Kami mengharapkan feedback dari seluruh masyarakat Kota Malang, termasuk teman-teman media juga. Pasti kan teman-teman media itu lebih jalan intel-intelnya,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan ekosistem masyarakat yang baik tidak bisa hanya dibebankan pada DPRD. Kolaborasi lintas elemen, mulai dari pemerintah, media hingga masyarakat, menjadi kunci utama.
“Kita juga berharap masukan, apa sih sebetulnya yang masih kurang terpotret oleh kita gitu. Apa yang harus kita lakukan bersama karena bagaimanapun mewujudkan satu ekosistem masyarakat yang baik itu enggak bisa hanya dari kami sendiri gitu, pasti harus bareng-bareng gitu kan. Nah kita harus menyamakan frekuensi, menyamakan persepsi sehingga semua itu muaranya ya satu nantinya, atau tujuannya ya satu ya untuk masyarakat,” imbuhnya.
Baca Juga : Wacana Sekolah Daring usai Idulfitri, Ini Kata Mendikdasmen
Sementara itu, untuk target kinerja ke depan, DPRD Kota Malang melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah telah menyusun sejumlah rancangan peraturan daerah. Sebagian besar merupakan inisiatif DPRD sendiri.
“Iya, jadi kan Bapemperda itu sudah melakukan perumusan gitu ya untuk beberapa Perda yang akan dijalankan. Dalam list tersebut itu sekitar kurang lebih kalau enggak salah enam itu, empat atau lima itu adalah inisiatif dari DPRD gitu. Satu di antaranya akan kami selesaikan di InsyaAllah di tahun ini itu Pemajuan Kebudayaan karena memang sudah terpending terlalu lama kan kemarin, tapi terpendingnya bukan di kita, terpendingnya di Provinsi dan alhamdulillah akhirnya turun. Jadi nanti insyaallah selepas Ramadan ini lah, lebaran ini kita gas lah kerja lagi,” pungkasnya.
Momentum hari jadi ke-112 ini pun diharapkan menjadi titik tolak percepatan kinerja DPRD Kota Malang, khususnya dalam menuntaskan regulasi strategis dan memperkuat sinergi demi kesejahteraan masyarakat.
