Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Soal Kabar Stok BBM Tinggal 20 Hari, Wali Kota Malang dan Pertamina Pastikan Semua Aman

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

12 - Mar - 2026, 08:03

Placeholder
Pertamina Fuel Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga bahan pokok penting dalam kondisi aman. Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang menyebut stok BBM akan habis dalam waktu dekat.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan pengecekan langsung terkait ketersediaan BBM dan bahan pokok di lapangan. Hasilnya, stok dipastikan aman dan tidak ada indikasi kelangkaan.

Baca Juga : Cara Membuat Stiker atau Twibbon Lebaran 2026 di ChatGPT, Cocok Dibagikan untuk Jelang Hari Raya

“Sudah ada kepastian bahwa ketersediaan BBM, LPG, kemudian bahan pokok penting itu semua aman tersedia. Tidak ada kelangkaan BBM, kenaikan harga juga sudah kita dapatkan,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, isu mengenai stok BBM yang disebut-sebut akan habis dalam waktu 20 hari hanya berkaitan dengan mekanisme pengisian ulang stok, bukan berarti pasokan akan benar-benar kosong. Sebab, distribusi dan pengisian ulang terus dilakukan secara berkala sebelum stok menipis.

“Jadi agar masyarakat yang selama ini mungkin mendengar isu-isu bahwa stok habis dan lain-lain, itu tidak ya. Itu hanya penggantian saja. Sebelum 20 hari kosong, mereka akan terisi terus. Jadi tidak ada sampai terjadi kelangkaan BBM,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Fuel Terminal Manager Pertamina Malang, Dolly Pratama Yudha. Ia memastikan Pertamina telah menyiapkan stok BBM yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Insyaallah kami sudah menyiapkan stok BBM. Jadi masyarakat diminta jangan panic buying. Isu-isu di luar sana yang katanya 20 hari habis itu tidak benar, karena ketika stok habis dalam beberapa hari selalu dilakukan pengisian ulang,” kata Dolly.

Ia menegaskan, sistem distribusi BBM berjalan secara berkelanjutan sehingga tidak ada kondisi stok benar-benar kosong. Karena itu, masyarakat diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai stok BBM nasional yang disebut tersisa sekitar 20 hari.

Baca Juga : Polres Magetan Tancap Gas! Gelar Rakor dan Siagakan Pos Pantau Mudik Lebaran 2026

Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan minyak di Indonesia sejak lama memang berkisar sekitar 25 hari. Hal itu merupakan kapasitas storage penampungan, bukan menunjukkan kondisi pasokan yang akan habis.

“Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang,” ujarnya.

Saat ini, kata Bahlil, ketersediaan minyak nasional berada di kisaran 23 hari. Angka tersebut masih berada di atas standar minimal nasional yang ditetapkan di atas 20 hari.

“Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan minyak kita aman. Jadi tidak perlu ada panic buying, supply lancar,” jelasnya.

Bahlil juga menambahkan, sebagian minyak yang diimpor Indonesia dari kawasan Timur Tengah merupakan minyak mentah, bukan produk BBM jadi. Porsi impor minyak mentah dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 hingga 25 persen dari total kebutuhan nasional.


Topik

Pemerintahan wali kota malang wahyu hidayat stok bbm pertamina malang bbm kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan