JATIMTIMES - Kericuhan sempat terjadi dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Malang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menilai situasi tersebut dipicu oleh aksi panic buying masyarakat setelah beredarnya isu kelangkaan bahan pokok.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, lonjakan pengunjung pada pasar murah kali ini berada di luar perkiraan pemerintah. Biasanya kegiatan GPM berjalan tertib, namun kali ini jumlah warga yang datang membludak.
Baca Juga : Pastikan Karyawannya di Timur Tengah Aman, dr. Faida Lakukan Teleconference
“Iya, panic buying saja. Karena kan ada isu-isu yang katanya ketersediaan bahan pokok penting akan langka. Kemudian kemungkinan ada kenaikan harga dan lain-lain. Itu yang tidak kita duga-duga,” ujar Wahyu, Rabu (11/3/2026).
Panic buying tersebut dipicu adanya isu bahwa akan ada kelangkaan bahan pangan imbas pecahnya perang yang terjadi di Timur Tengah. Ia pun meminta warga tak terpancing isu tersebut.
Menurut Wahyu, selama ini setiap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak pernah dihadiri warga sebanyak kegiatan terakhir tersebut. Akibatnya, petugas di lapangan sempat kewalahan menghadapi tingginya antusiasme masyarakat.
“Selama kita membuat Gerakan Pangan Murah, tidak pernah sampai sebanyak itu. Kemarin memang di luar dugaan dan di luar prediksi. Akhirnya kita juga kewalahan karena masyarakat memanfaatkan GPM akibat isu panic buying tadi,” jelasnya.
Karena itu, Wahyu meminta seluruh pihak turut membantu menyosialisasikan kondisi sebenarnya kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok di Kota Malang masih aman.
“Saya mohon teman-teman juga membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa tidak ada isu-isu yang membuat masyarakat panic buying,” katanya.
Baca Juga : Pemkot Blitar Segera Cairkan THR ASN Jelang Lebaran
Wahyu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya, terutama menjelang Idul Fitri. Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan langkah intervensi apabila terjadi kenaikan harga bahan pokok.
“Tolong sampaikan kepada masyarakat Kota Malang jangan panik dengan isu-isu yang tidak jelas. Kita pastikan menghadapi Idul Fitri aman. Harga nanti akan kita intervensi dan ketersediaan juga aman,” pungkasnya.
Sebagai informasi, saat ini perang tengah terjadi di Timur Tengah. Perang tersebut imbas ketegangan antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Ketegangan tersebut sempat dikhawatirkan berdampak pada stabilitas sejumlah komoditas.
