Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-4 Ramadan: Pahala Besar yang Diibaratkan Seperti Membaca Empat Kitab Suci

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

21 - Feb - 2026, 13:59

Placeholder
Ilustrasi salat tarawih. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan penuh limpahan pahala, ampunan, dan kesempatan memperbaiki diri. Salah satu ibadah yang selalu dinanti setiap malamnya adalah salat Tarawih. Ibadah sunah ini menjadi simbol hidupnya malam-malam Ramadan, ketika masjid dipenuhi jamaah yang rindu pada rahmat Allah SWT.

Di antara malam-malam tersebut, malam ke-4 Ramadan memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana disebutkan dalam kitab Durratun Nashihin. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan salat Tarawih pada malam keempat akan mendapatkan pahala yang sangat besar, bahkan diibaratkan seperti pahala membaca empat kitab suci yang Allah turunkan: Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.

Disebutkan dalam kitab tersebut:

Baca Juga : Jangan Tertipu Tampilan! Ini Ciri Kurma Berkualitas yang Aman dan Sehat untuk Puasa

وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ

Artinya: “Pada malam keempat, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.”

Makna Besarnya Pahala yang Dijanjikan

Perlu dipahami, penyebutan empat kitab suci tersebut bukan berarti seseorang benar-benar membaca keseluruhan isi kitab-kitab tersebut dalam satu malam. Para ulama menjelaskan bahwa ungkapan itu adalah bentuk perumpamaan untuk menggambarkan betapa luas dan besarnya pahala yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.

Bahasa perumpamaan seperti ini kerap ditemukan dalam literatur keislaman klasik sebagai cara untuk membangkitkan semangat beramal. Pesannya jelas: jangan remehkan satu malam pun di bulan Ramadan, karena setiap malam menyimpan ganjaran luar biasa.

Kedudukan Empat Kitab Suci dalam Islam

Islam mengajarkan bahwa Allah SWT menurunkan beberapa kitab suci kepada para nabi sebagai petunjuk bagi umat manusia. Keempat kitab tersebut memiliki kedudukan yang mulia:

• Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa AS

• Zabur, diturunkan kepada Nabi Daud AS

• Injil, diturunkan kepada Nabi Isa AS

• Al-Qur’an, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya

Al-Qur’an sendiri menegaskan keberadaan kitab-kitab tersebut. Dalam Surah Ali Imran ayat 3 disebutkan bahwa Allah menurunkan Taurat dan Injil sebelum Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Sementara dalam Surah An-Nisa ayat 163 dijelaskan bahwa Zabur diberikan kepada Nabi Daud AS.

Baca Juga : Hari Ini Terakhir, Pendaftaran Jalur Prestasi PMBM 2026 MAN 1 Kota Malang Ditutup Pukul 23.59 WIB

Penyebutan empat kitab ini dalam keutamaan Tarawih malam ke-4 menunjukkan simbol kemuliaan yang tinggi. Artinya, pahala yang dijanjikan bukanlah pahala biasa, melainkan pahala yang diumpamakan dengan membaca sumber-sumber wahyu Allah yang agung.

Malam ke-4 Ramadan berada di fase awal bulan suci. Biasanya, semangat ibadah masih sangat terasa. Masjid penuh, saf rapat, dan lantunan ayat suci menggema setiap malam. Keutamaan malam ke-4 ini seolah menjadi motivasi tambahan agar umat Islam tetap konsisten dan tidak kendor setelah beberapa hari berpuasa.

Ramadan bukan tentang siapa yang paling cepat bersemangat di awal, melainkan siapa yang mampu istiqamah hingga akhir. Karena itu, memahami keutamaan tiap malam Tarawih bisa menjadi dorongan spiritual agar kita terus hadir, terus berdiri dalam salat, dan terus berharap pada rahmat-Nya.

Meski keterangan dalam Durratun Nashihin tidak bersumber dari hadis sahih, banyak ulama menjadikannya sebagai nasihat dan motivasi untuk meningkatkan amal ibadah. Yang terpenting adalah menjaga niat dan keikhlasan dalam beribadah.

Salat Tarawih bukan sekadar rutinitas Ramadan. Ia adalah bentuk cinta seorang hamba kepada Tuhannya. Setiap rakaat yang dikerjakan dengan hati yang tulus menjadi bukti kerinduan pada ampunan dan keberkahan Allah SWT.

Ramadan adalah bulan yang singkat namun penuh makna. Setiap malamnya adalah peluang. Setiap sujudnya adalah kesempatan. Jika pada malam ke-4 saja Allah menjanjikan pahala sebesar itu, tentu malam-malam berikutnya pun menyimpan keutamaan yang tak kalah dahsyat.

Karena itu, jangan biarkan rasa lelah atau malas menghalangi langkah menuju masjid. Jadikan salat Tarawih sebagai momen memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menabung pahala untuk kehidupan akhirat.

Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk menghidupkan seluruh malam Ramadan dengan ibadah terbaik dan menerima setiap amal yang kita kerjakan.


Topik

Agama Tarawih salat tarawih ramadan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya