Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Kisah Pengkhianatan yang Berujung Kebinasaan dari Seorang Istri Nabi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

11 - Feb - 2026, 11:17

Placeholder
Ilustrasi sebuah pengkhianatan oleh seorang istri nabi (ist)

JATIMTIMES - Di balik kisah kehancuran kaum Sodom, ada satu sosok yang justru menjadi simbol pengkhianatan dalam lingkaran keluarga kenabian. Ia adalah istri Nabi Luth alaihis salam. Ketika dua putri Nabi Luth, Rita dan Za’wara, tercatat sebagai perempuan beriman yang diselamatkan, sang istri memilih jalan berbeda yang berujung kebinasaan.

Alquran secara tegas mengabadikan peristiwa ini dalam Surah at Tahrim ayat 10. Allah berfirman bahwa istri Nuh dan istri Luth berada di bawah naungan dua hamba yang saleh, namun keduanya berkhianat kepada suami mereka. “Maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari azab Allah, dan dikatakan kepada keduanya, ‘Masuklah ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk.’” Ayat ini menjadi penegasan bahwa kedekatan dengan nabi tidak otomatis menyelamatkan seseorang tanpa iman dan loyalitas kepada kebenaran.

Baca Juga : Hoki Finansial Meledak! Ramalan Keuangan Zodiak Hari Ini Ungkap 2 Zodiak Paling Beruntung

Kisah pengkhianatan itu bermula ketika malaikat datang dalam rupa pemuda dan singgah di negeri Sodom. Dua putri Nabi Luth yang berjumpa dengan mereka menunjukkan kewaspadaan. Mereka meminta para tamu menunggu sebelum masuk, khawatir kaum Sodom yang dikenal berperilaku menyimpang akan berbuat jahat.

Rita dan Za’wara segera melapor kepada ayah mereka. Keduanya cemas para tamu akan menjadi sasaran keburukan warga kota. Sikap ini memperlihatkan kontras tajam antara keteguhan iman kedua putri dengan pilihan sikap sang ibu.

Nabi Luth menerima para tamu itu secara diam-diam. Namun, rahasia tersebut bocor. Istrinya justru memberi tahu kaumnya tentang kedatangan para pemuda. Dalam sejumlah riwayat tafsir, tindakan itu disebut sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat yang ingkar, bukan kepada dakwah suaminya sendiri.

Padahal sebelumnya Nabi Luth telah mengingatkan agar keberadaan tamu tidak diumumkan. Namun peringatan itu diabaikan. Kaum Sodom kemudian mengepung rumah Nabi Luth dan mendesak agar para tamu diserahkan kepada mereka.

Di tengah situasi genting itu, para tamu yang ternyata malaikat menenangkan Nabi Luth. Mereka menyampaikan bahwa azab Allah akan segera turun. Perintah pun diberikan agar Nabi Luth dan keluarganya meninggalkan kota pada malam hari, kecuali sang istri.

Baca Juga : Bantah Tuduhan, Mohan Hazian: Saya Bukan Seorang Pemerkosa

Kisah ini juga ditegaskan dalam Surah al Hijr ayat 59 sampai 60, yang menyebut bahwa Luth dan pengikutnya akan diselamatkan seluruhnya, “kecuali istrinya. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang tertinggal.”

Imad Al Hilali dalam Ensiklopedia Wanita Alquran menjelaskan bahwa dua putri Nabi Luth dikenal sebagai perempuan mukminah yang menjaga kehormatan diri. Mereka tetap teguh meski hidup di tengah masyarakat yang menolak nilai ketauhidan dan melakukan penyimpangan terang-terangan.

Akhir dari peristiwa ini menjadi pelajaran besar. Ketika fajar menyingsing, azab meluluhlantakkan Sodom. Nabi Luth dan kedua putrinya selamat. Sementara sang istri, yang memilih berkhianat dan berpihak pada kaum yang durhaka, turut menjadi bagian dari mereka yang binasa.


Topik

Agama Nabii Luth sodom kaum sodom kisah kaum sodom



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Agama

Artikel terkait di Agama