JATIMTIMES - Bagi sebagian orang, matematika bukan sekadar pelajaran sulit, tapi juga sumber kecemasan. Rasa tegang saat melihat angka ternyata bisa muncul sejak usia sangat dini. Harvard Business Review mencatat, banyak siswa sekolah dasar sudah mengalami kecemasan matematika bahkan sejak kelas 1 dan 2. Kondisi ini tidak selalu hilang seiring bertambahnya usia.
Di tingkat perguruan tinggi pun, sekitar seperempat mahasiswa S1 masih mengalami kecemasan matematika pada level sedang hingga tinggi. Jika terus berlanjut, hal ini dapat berkembang menjadi apa yang sering disebut sebagai “trauma matematika” hingga dewasa.
Baca Juga : Jelang Lebaran, DPRD Jatim Minta DPU Bina Marga Selesaikan Perbaikan Jalan Lebih Awal
Tak sedikit orang kemudian memilih jalur pendidikan maupun pekerjaan yang tidak terlalu menuntut kemampuan matematika tingkat lanjut. Meski begitu, perlu diingat bahwa matematika dasar tetap dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk mengatur pengeluaran atau memahami informasi sederhana.
Kabar baiknya, ada sejumlah profesi yang lebih menekankan kreativitas, komunikasi, dan pemahaman manusia dibanding perhitungan rumit. Berikut beberapa rekomendasi pekerjaan yang relatif tidak membutuhkan pemahaman matematika mendalam, dirangkum dari Excelsior University.
1. Guru Bahasa, Ilmu Sosial, dan Agama
Profesi guru selalu memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Tidak semua pengajar harus mahir matematika. Guru bahasa, sejarah, pendidikan agama, atau ilmu sosial lebih fokus pada pemahaman konsep, nilai, dan kemampuan menyampaikan materi secara efektif.
Jurusan yang sejalan: Pendidikan Bahasa, Sejarah, PGSD, PAI, PAUD, dan bidang pendidikan non-sains lainnya.
2. Kurator Museum
Kurator bertanggung jawab menyusun pameran serta membantu pengunjung memahami nilai sejarah, budaya, dan seni dari sebuah koleksi. Profesi ini menuntut wawasan luas dan kemampuan interpretasi, bukan keterampilan berhitung.
Jurusan yang relevan: Sejarah, Filsafat, atau bidang humaniora lainnya.
3. Human Resources (HR)
Divisi sumber daya manusia dibutuhkan hampir di setiap perusahaan. Tugasnya mencakup rekrutmen, pelatihan, pengelolaan karyawan, hingga penyusunan kebijakan. Walau sesekali berhubungan dengan data, fokus utama pekerjaan ini adalah manajemen manusia dan komunikasi.
Jurusan pendukung: Manajemen dan Psikologi.
4. Seniman
Bagi yang memiliki bakat di bidang seni, dunia kreatif menawarkan banyak peluang. Profesi seniman mencakup desainer grafis, ilustrator, perupa, hingga seniman tekstil. Pekerjaan ini lebih mengandalkan ide, rasa, dan kreativitas dibanding rumus matematika.
Jurusan yang cocok: Desain Komunikasi Visual (DKV), Seni Rupa, Desain Grafis, dan sejenisnya.
Baca Juga : Review Film Surat untuk Masa Mudaku, Drama Trauma Masa Kecil yang Menghangatkan Hati
5. Penulis
Menjadi penulis tidak menuntut kemampuan matematika tingkat tinggi. Profesi ini bertumpu pada kemampuan merangkai kata, menyusun gagasan, dan menyampaikan pesan dengan menarik. Penulis dibutuhkan di berbagai bidang, mulai dari media, pendidikan, hingga perusahaan.
Jurusan yang mendukung: Sastra, Bahasa, Ilmu Komunikasi, Jurnalistik.
6. Pelatih Olahraga
Pelatih atletik atau kebugaran membantu orang mencapai kondisi fisik yang lebih baik. Aktivitasnya lebih banyak dilakukan secara praktik di lapangan dan berfokus pada teknik gerakan serta motivasi.
Jurusan yang relevan: Pendidikan Olahraga atau Ilmu Keolahragaan.
7. Psikolog
Psikolog bekerja memahami perilaku, emosi, dan kondisi mental seseorang. Profesi ini membutuhkan empati, kemampuan observasi, dan pemahaman teori psikologi.
Jurusan utama: Psikologi.
Tidak semua orang cocok dengan matematika, dan itu bukan masalah besar. Dunia kerja sangat luas dan membutuhkan beragam keahlian, tidak hanya kemampuan berhitung. Mengenali minat serta potensi diri bisa membantu menemukan jalur karier yang lebih sesuai.
Jadi, jika angka membuatmu pusing, bukan berarti masa depanmu suram mungkin kamu hanya perlu memilih jalan yang berbeda.
