Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Bangkitnya Kota Tua Besuki Menuju Cagar Budaya Nasional, Pendapa Pate Alos Diresmikan Menteri Kebudayaan

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - Jan - 2026, 07:48

Placeholder
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meninjau Gedung Eks Keresidenan Besuki didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Kapolres AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Minggu (25/1/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah Besuki Raya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan Pendapa Pate Alos di kawasan Kota Tua Besuki, Kabupaten Situbondo, Minggu (25/1/2026). Peresmian tersebut menjadi penanda dimulainya revitalisasi Kota Tua Besuki sebagai kawasan wisata heritage berbasis cagar budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran penting dalam proses pemulihan sosial masyarakat pascabencana. Menurutnya, penguatan identitas sejarah dan ruang-ruang budaya dapat menjadi sumber harapan dan optimisme di tengah situasi krisis.

Baca Juga : Bupati Bondowos Diarak, 200 Penarik Becak Terima Bantuan Becak Listrik

"Dalam kondisi bencana, kebudayaan justru harus hadir. Ia memberi makna, menguatkan ingatan kolektif, dan menjadi bagian dari proses bangkit bersama," ujar Fadli Zon saat peresmian.

Banjir yang menerjang enam kecamatan, yakni Besuki, Banyuglugur, Jatibanteng, Mlandingan, Kendit, dan Bungatan, masih menyisakan duka mendalam. Sejumlah wilayah dilaporkan masih terisolasi, sementara aktivitas ekonomi dan mobilitas warga belum sepenuhnya pulih akibat rusaknya infrastruktur.

Karena itu, peresmian Pendopo Pate Alos tidak dikemas sebagai seremoni perayaan. Pemerintah pusat dan daerah sepakat menjadikannya sebagai ruang refleksi dan penguatan moral masyarakat yang tengah diuji oleh bencana alam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama untuk keselamatan warga Besuki Raya. Doa dipanjatkan sebagai bentuk solidaritas sekaligus ikhtiar agar Situbondo segera pulih dan terhindar dari bencana serupa di masa mendatang.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa pendekatan kebudayaan menjadi sangat relevan dalam situasi darurat. Menurutnya, sejarah dan nilai spiritual dapat menjadi fondasi ketahanan sosial masyarakat ketika menghadapi musibah.

"Kebudayaan mengajarkan kita untuk tidak tercerabut dari akar, bahkan ketika bencana datang. Ini tentang menjaga harapan, kebersamaan, dan keberanian untuk bangkit," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rio.

Usai doa bersama, digelar sarasehan budaya yang melibatkan pelajar, mahasiswa, serta pegiat seni dan sejarah. Forum tersebut membahas perjalanan sejarah Besuki, peran tokoh-tokoh lokal, serta pentingnya menjaga cagar budaya sebagai penopang identitas daerah di tengah perubahan zaman.

Pada sore harinya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau Gedung Eks Karesidenan Besuki, bangunan peninggalan kolonial yang dibangun pada tahun 1805. Gedung berusia lebih dari dua abad itu dinilai memiliki nilai sejarah strategis bagi kawasan Tapal Kuda.

"Kalau kita lihat secara fisik, bangunan ini sangat layak menjadi suatu museum," kata Fadli Zon saat meninjau lokasi. 

Baca Juga : Lahir dari Darah dan Doa: Kisah Awal Pemerintahan Batoro Katong di Ponorogo

Ia menilai gedung tersebut mampu menjadi pusat narasi sejarah Karesidenan Besuki yang pada masanya menaungi lima kabupaten. Tak hanya sebagai museum, Menteri Kebudayaan RI tersebut juga membayangkan gedung tersebut dapat berkembang menjadi pusat kebudayaan yang hidup. 

"Ini bisa menjadi ruang edukasi, pembelajaran sejarah, sekaligus tempat aktivitas seni dan budaya masyarakat Situbondo," ujarnya.

Tingkat keaslian bangunan yang masih terjaga, baik dari struktur ruang maupun atmosfer heritage, dinilai menjadi kekuatan utama. Hal tersebut membuka peluang penetapan Gedung Eks Karesidenan Besuki sebagai cagar budaya tingkat nasional agar pengelolaannya dapat dilakukan lebih optimal.

Prosesi peresmian Pendopo Pate Alos dilaksanakan pada malam hari melalui penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah.

Pendopo tersebut dinamai dari Kiai Pate Alos atau Raden Bagus Kasim Wirodipuro, Patih pertama Besuki pada abad ke-18. Tokoh ini dikenal sebagai figur pemimpin lokal yang berakar kuat pada nilai agama dan budaya, serta berjasa dalam pembentukan pemerintahan Besuki.

Mas Rio menegaskan, revitalisasi Pendopo Pate Alos menjadi langkah awal pengembangan Wisata Kota Tua Besuki yang berorientasi pada pelestarian sejarah, edukasi budaya, dan pemulihan ekonomi masyarakat.

"Ini bukan perayaan, tetapi ikhtiar bersama untuk bangkit dengan tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan kebudayaan," tegasnya.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Kota Tua Besuki Cagar Budaya Nasional Situbondo Pemkab Situbondo Pendapa Pate Alos Menteri Kebudayaan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni