Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bidik Ekspor Naik 50%, Pemkot Malang Target 4.000 UMKM Naik Kelas Tahun Ini

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

18 - Jan - 2026, 19:11

Placeholder
Salah satu pelaku UMKM di Kota Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memasang target tinggi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2026. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menargetkan 10 persen UMKM atau sekitar 4.000 pelaku usaha bisa naik kelas dalam satu tahun.

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyebutkan saat ini jumlah UMKM di Kota Malang mencapai sekitar 40 ribu unit. Dari angka tersebut, pemkot ingin mendorong ribuan UMKM agar bertransformasi menjadi usaha yang lebih mapan dan berdaya saing.

Baca Juga : Masih Banyak yang Keliru, Begini Cara dan Biaya Perpanjangan STNK 5 Tahunan

“Di 2026 kami mengupayakan agar 10 persen UMKM atau sekitar 4.000 UMKM bisa naik kelas,” ujar Eko.

Eko mengakui, strategi yang disiapkan sejatinya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, pada 2026 Diskopindag akan memperkuat pola pendampingan secara lebih serius dan terarah, menyusul capaian 2025 yang belum sesuai target.

Pendampingan UMKM akan diperluas dengan melibatkan tim pendamping yang menyasar 50 hingga 100 UMKM secara intensif. Materi pendampingan pun dibuat lebih detail, mulai dari pengemasan produk, peningkatan kualitas, hingga strategi pemasaran. “Pendampingan akan lebih detail, tidak hanya sekadar pelatihan umum,” jelasnya.

Sebagai catatan, pada 2025 lalu jumlah UMKM yang berhasil naik kelas hanya berkisar 100-an pelaku usaha, jauh dari target yang ditetapkan. UMKM dinilai naik kelas jika menunjukkan peningkatan signifikan, seperti omzet tahunan, kelengkapan legalitas usaha, hingga mutu produk.

Tak hanya fokus di dalam negeri, Diskopindag Kota Malang juga membidik pasar ekspor sebagai tolok ukur keberhasilan UMKM naik kelas. Saat ini, produk UMKM asal Kota Malang telah menembus pasar Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Selandia Baru.

Baca Juga : Koperasi Kelurahan Merah Putih Terkendala Lahan, Pemkot Malang Bongkar Aset Daerah

Hingga akhir 2025, tercatat 95 UMKM Kota Malang sudah menembus pasar global, dengan komoditas unggulan berupa keripik olahan tempe. Jika digabung dengan produk lainnya seperti kriya, nilai ekspor UMKM Kota Malang mencapai sekitar Rp100 miliar. “Di 2026 kami targetkan ekspor produk UMKM bisa meningkat hingga 50 persen,” tegas Eko.

Untuk mewujudkan target tersebut, klinik ekspor akan dimaksimalkan. Pasalnya, peluang pasar dinilai sudah terbuka lebar dan Kota Malang telah memiliki kerja sama dengan sejumlah mitra luar negeri.

“Pasarnya sudah ada. Kerja sama luar negeri juga sudah terbangun. Tinggal kami maksimalkan pendampingannya,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan UMKM Kota Malang pasar ekspor Pemkot Malang UMKM naik kelas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan