JATIMTIMES - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meyakini Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran menteri di bawahnya dapat mengatasi masalah ekonomi Indonesia yang saat ini dapat dilihat kondisi rupiah yang melemah dan dollar Amerika Serikat semakin menguat.
Hal itu disampaikan Haedar di sela-sela kegiatan groundbreaking pembangunan pabrik infus Suryavena di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Polisi Terus Selidiki Dugaan Penggelapan Uang Kompensasi Ratusan Juta di Waru Wetan Lamongan
Dilansir dari idx channel, nilai tukar rupiah melemah pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026) yakni turun 44,5 poin atau 0,25 persen ke level Rp 17.988 per United States Dollar (USD). Selain itu, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan membuat gejolak protes di masyarakat. Contohnya untuk harga Pertamax dari harga Rp 12.300 per liter naik menjadi Rp 16.250 per liter. Kemudian Pertamax Green dari harga Rp 12.900 per liter naik menjadi Rp 17.000 per liter.
Haedar mengatakan, dalam kondisi ekonomi saat ini yang paling terpenting semuanya harus bersama-sama bergandengan tangan menjaga stabilitas ekonomi dan stabilitas politik.
"Yang penting gini, jaga stabilitas ekonomi dan stabilitas politik. Dan saya percaya, untuk apa para menteri di bidangnya itu diangkat. Saya pikir Pak Prabowo bisa mengatasi masalah rupiah dan dollar ini," ungkap Haedar kepada JatimTIMES.com, Kamis (11/6/2026).
Pihaknya menyebut, di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ini, seluruh elemen bangsa harus bersama-sama membangun persepsi masyarakat di ruang-ruang publik agar tetap optimis bahwa setiap permasalahan yang sedang menerpa Bangsa Indonesia bisa segera usai.
"Maka ruang publik, termasuk persepsi masyarakat kita, juga harus dibangun untuk mari kalau ada masalah bangsa, kita pecahkan bersama," kata Haedar.
Baca Juga : Banyuwangi Dinilai Siap Terapkan e-Voting dalam Pilkades Serentak 2027
Ia juga meminta kepada setiap pejabat pemegang otoritas tertinggi di Indonesia untuk dapat rendah hati. Pasalnya, di setiap permasalahan yang ada, ia meyakini pasti ada solusi yang memberikan dampak positif kepada masyarakat luas di Indonesia. Terlebih lagi, permasalahan ekonomi dapat berpotensi memberikan dampak yang luas terhadap hidup masyarakat Indonesia.
"Kita berharap para pemegang posisi yang punya otoritas ya harus rendah hati. Untuk dapat dipahami bahwa ini problem (masalah) bersama dan selalu ada jalan keluar setiap ada problem (masalah). Jangan melampaui kemampuan sendiri yang akhirnya kita tidak mampu menyelesaikan," tandas Haedar.
