Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Gerakan Minum Jamu Bersama di FSTem UB Jadi Upaya Lestarikan Herbal Tradisional Nusantara

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

28 - May - 2026, 18:35

Placeholder
Dosen dan Mahasiswa Departemen Biologi FSTeM UB bersama Pusat Inovasi Jamu UB belum lama ini menggelar gerakan Minum Jamu Bersama dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional. (ist)

JATIMTIMES - Dosen dan mahasiswa Departemen Biologi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) bersama Pusat Inovasi Jamu UB belum lama ini menggelar gerakan Minum Jamu Bersama dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi budaya minum jamu di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern yang semakin praktis dan instan.

Kegiatan yang berlangsung dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan itu berlangsung penuh antusiasme. Berbagai jenis jamu tradisional khas Indonesia disajikan dan dinikmati bersama sebagai bentuk pengenalan kembali terhadap kekayaan herbal Nusantara yang selama ini menjadi bagian penting dalam tradisi kesehatan masyarakat Indonesia.

1

Di tengah arus globalisasi dan dominasi produk kesehatan modern, gerakan tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki warisan budaya sekaligus sumber daya hayati yang sangat besar. Tradisi minum jamu yang diwariskan secara turun-temurun tidak hanya mengandung nilai budaya, tetapi juga memiliki potensi ilmiah dan ekonomi yang dapat terus dikembangkan melalui riset berbasis sains.

Baca Juga : Taste Atlas Ungkap 9 Kopi Indonesia Terbaik 2026, Sudah Pernah Coba?

Ketua Pusat Inovasi Jamu Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, menegaskan bahwa pelestarian budaya jamu membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, membangun kebiasaan sederhana seperti minum jamu bersama dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya bangsa.

“Pelestarian jamu tidak cukup hanya dengan mengenalnya, tetapi juga dengan membiasakan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap produk herbal Indonesia. Kegiatan sederhana seperti minum jamu bersama menjadi langkah kecil yang bermakna dalam menjaga identitas budaya bangsa sekaligus mendukung kesehatan masyarakat,” ujar Prof. Sasmito.

Ia menilai, kampanye budaya minum jamu perlu terus diperkuat di lingkungan pendidikan khusunya di FSTeM UB karena perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghubungkan nilai tradisional dengan pendekatan ilmiah modern. Dengan keterlibatan akademisi dan mahasiswa, jamu tidak lagi dipandang sebagai produk kuno, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Selain memperkenalkan kembali budaya minum jamu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk mengenali potensi tanaman herbal Indonesia. Mahasiswa diajak memahami bahwa berbagai tanaman obat tradisional memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi inovasi berbasis penelitian, baik dalam bidang kesehatan, pangan, maupun industri herbal.

Sekretaris Pusat Inovasi Jamu UB, Dinia Rizqi Dwijayanti, mengatakan bahwa pendekatan kepada generasi muda harus dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, kegiatan minum jamu bersama dipilih sebagai medium sederhana untuk membangun kedekatan mahasiswa dengan budaya herbal Indonesia.

“Mahasiswa perlu melihat bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang memiliki potensi besar dalam bidang kesehatan, penelitian, dan inovasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan herbal Indonesia serta mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap pengembangan jamu berbasis sains,” kata Dinia.

Baca Juga : Aksi Green Kurban, DPC PDIP Magetan Bagikan Daging Pakai Besek dan Daun Jati

Menurutnya, penguatan budaya jamu juga penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar dan dapat menjadi modal penting dalam pengembangan produk herbal yang berdaya saing.

Gerakan Minum Jamu Bersama tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana dunia akademik berupaya mengintegrasikan pelestarian budaya dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Tradisi lokal tidak hanya dipertahankan sebagai simbol budaya, tetapi juga didorong menjadi objek penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya kampanye hidup sehat berbasis herbal alami dinilai mendukung SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Sementara edukasi budaya dan pengembangan sains herbal kepada mahasiswa menjadi bagian dari implementasi SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.

Di sisi lain, pelestarian tradisi jamu sebagai warisan budaya lokal juga menjadi bentuk dukungan terhadap SDG 11 tentang pembangunan kota dan komunitas yang berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, sivitas akademika UB ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Tradisi minum jamu yang selama ini identik dengan generasi terdahulu kini mulai diperkenalkan kembali kepada kalangan muda melalui pendekatan akademik dan ilmiah. Dengan cara itu, jamu tidak hanya dipahami sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga berpotensi menjadi bagian penting dari pola hidup sehat masyarakat modern Indonesia di masa mendatang.


Topik

Pendidikan fstem ub fmipa ub pusat inovasi jamu ub hari jamu nasional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Banyuwangi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan