JATIMTIMES - Tingginya minat masyarakat terhadap layanan bus TransJatim mendorong Pemerintah Kota Malang mengusulkan penambahan jalur baru, khususnya yang melintasi kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Kawasan tersebut dinilai belum terjangkau angkutan massal, meski menjadi salah satu pusat mobilitas warga setiap hari.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, usulan penambahan rute itu muncul setelah melihat tingginya aktivitas masyarakat di kawasan Soekarno-Hatta yang dipenuhi area kampus, perkantoran hingga pusat hiburan.
Baca Juga : Peringati May Day, Direksi PTPN 1 Regional 5 Gelar Santunan Anak Yatim Bersama Buruh
“Beberapa ruas jalan memang belum dijangkau TransJatim, seperti Soekarno-Hatta,” ujar Wahyu, Minggu (2/5/2026).
Menurutnya, kebutuhan transportasi umum di kawasan tersebut cukup tinggi karena selama ini banyak masyarakat, terutama mahasiswa dan pekerja, masih bergantung pada kendaraan pribadi untuk mobilitas harian.
Pemkot Malang pun telah menyampaikan usulan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat pembahasan pengembangan layanan TransJatim di wilayah Malang Raya.
Selain penambahan rute, Pemkot juga menyoroti penempatan halte agar tidak menimbulkan persoalan lalu lintas baru. Sebab, sebagian titik pemberhentian nantinya kemungkinan memanfaatkan lahan milik pemerintah kota.
“Beberapa masih kami pilih supaya tidak sampai menyebabkan kemacetan,” katanya.
Saat ini, layanan TransJatim di Malang Raya baru memiliki satu koridor dengan panjang sekitar 52 kilometer yang menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, Terminal Landungsari hingga Terminal Batu.
Baca Juga : Potongan Aplikasi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ini Tanggapan Gojek dan Grab
Di wilayah Kota Malang sendiri, bus TransJatim telah melintasi sejumlah titik strategis seperti kawasan Kayutangan, Stasiun Malang, Terminal Madyopuro, Jalan Dinoyo dan Jalan Veteran.
Wahyu menyebut tingkat keterisian penumpang atau load factor TransJatim di Malang Raya saat ini mencapai sekitar 61 persen per hari. Tingginya angka tersebut menunjukkan layanan transportasi massal itu semakin diminati masyarakat.
“Kalau dilihat setiap lewat memang hampir selalu penuh,” ucapnya.
Meski demikian, keputusan final terkait realisasi pembukaan rute baru tetap berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengingat TransJatim merupakan layanan transportasi lintas daerah di kawasan Malang Raya.
