JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terjun langsung merespons banjir yang melanda Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Sejauh ini, banjir tersebut membuat setidaknya 113 orang mengungsi.
Banjir melanda sejumlah titik akibat intensitas hujan yang turun sejak Senin sore hingga malam (24/2/2025) lalu. Hingga Rabu (26/2/2025) kemarin, tim BPBD Jatim terus melanjutkan proses evakuasi warga terdampak di Kecamatan Driyorejo.
Baca Juga : KPU Kota Blitar Kembalikan Sisa Dana Pilkada Rp3 Miliar, Komitmen Transparansi Anggaran
Kegiatan evakuasi ini melanjutkan aksi sehari sebelumnya yang berlangsung hingga malam dan bahkan hingga pukul 3 dini hari. Sejumlah warga rentan yang telah dievakuasi Tim BPBD Jatim, mulai dari kelompok lansia, anak-anak hingga warga yang sakit.
Berdasar data Pusdalops BPBD Jatim, hingga saat ini, jumlah pengungsi akibat banjir di Wilayah Driyorejo Gresik mencapai 113 jiwa. Jumlah itu tersebar di dua lokasi, yakni, di Masjid Al-Muttaqin Desa Driyorejo sebanyak 88 orang dan di Balai Desa Bambe sebanyak 25 orang.
Untuk kebutuhan pengungsi, Tim BPBD Jatim juga memberikan dukungan logistik, berupa, selimut sebanyak 200 pcs, kasur lipat 200 pcs, makanan tambahan gizi 400 dus, makanan siap saji 400 dus dan lauk pauk sebanyak 400 dus.
Dukungan personel dan logistik juga diberikan untuk kegiatan dapur umum mandiri yang didirikan warga, di Balai Desa Bambe, Balai Desa Krikilan dan di Masjid Al-Muttaqin Desa Driyorejo. Khusus untuk mendukung kegiatan dapur umum di Balai Desa Krikilan, Tim BPBD Jatim juga mendirikan tenda pengungsi di halaman area setempat.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto meminta agar Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas di lokasi banjir untuk memastikan, agar kebutuhan logistik warga terdampak benar-benar terpenuhi. Utamanya, yang berada di lokasi pengungsian.
"Kami juga memastikan bahwa kegiatan dapur umum warga telah terpenuhi kebutuhan logistiknya dan masyarakat rentan yang terdampak bisa terpantau di lokasi pengungsian," terangnya.
Hingga Rabu sore, kondisi ketinggian air di sejumlah desa di Kecamatan Driyorejo cenderung stabil di kisaran 30 cm hingga 100 cm. Saat ini, penanganan terhadap dampak banjir masih terus dilakukan.
Sebagai informasi, banjir tidak hanya melanda wilayah Kecamatan Driyorejo. Di Kabupaten Gresik, banjir juga terjadi di Balongpanggang dan Benjeng.
Baca Juga : Apa Sanksi Buat Tujuh Pendaki Ilegal di Gunung Semeru?
Di lokasi banjir itu, sejak Selasa pagi (25/2/2025) TRC BPBD Jatim membantu proses evakuasi warga terdampak, khususnya kelompok rentan, seperti, warga lansia, anak-anak dan warga yang sakit. Evakuasi ini dilakukan bersama Tim BPBD Gresik, perangkat desa setempat dan sejumlah relawan.
Selain evakuasi warga, Tim BPBD Jatim juga membantu memfasilitasi mobilitas warga dengan perahu karet dan mendistribusikan nasi bungkus kepada warga terdampak.
Tak hanya menerjunkan personel, Tim BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan logistik berupa makanan siap saji sebanyak 2.400 kaleng, Tambah Gizi 2.400 kaleng, lauk pauk 2.400 kaleng dan hygenkit sejumlah 50 paket.
"Banjir di Gresik ini merupakan luapan dari Kali Lamong yang alirannya bergerak dari satu titik ke titik yang lain," ujar Gatot Soebroto.
Selain di Gresik, banjir juga melanda sejumlah daerah, seperti, di Kabupaten Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Sidoarjo dan Trenggalek. Hanya saja, di beberapa daerah kondisinya kini telah berangsur surut.
