MUI Banyuwangi Minta Umat Islam Tidak Sembelih Hewan Kurban Terjangkit PMK | Banyuwangi Times
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

MUI Banyuwangi Minta Umat Islam Tidak Sembelih Hewan Kurban Terjangkit PMK

Jun 16, 2022 18:35
Kandang sapi persiapan hewan kurban di tempat pedagang sapi Banyuwangi (Foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)
Kandang sapi persiapan hewan kurban di tempat pedagang sapi Banyuwangi (Foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)

JATIMTIMES - Menjelang Idul Adha, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi meminta agar hewan kurban yang akan disembelih kondisinya harus dipastikan sehat.

Menurut Ketua MUI Banyuwangi KH Muhammad Yamin, kebijakan itu tercantum dalam Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Baca Juga : Sesditjen Pendis Lakukan Monev Pelaksanaan SSE UMPTKIN di UIN Malang, Begini Hasilnya

Yamin menuturkan, hewan  ternak yang sakit hukumnya tidak sah untuk dijadikan kurban. "Meski gejala virus PMK ini ringan itu tidak boleh. Hewan kurban harus sehat dan bersih. Korengan sedikit aja tidak boleh," jelasnya kepada JatimTIMES, Kamis (16/6/2022).

Akan berbeda ketika ternak yang terjangkit PMK itu sembuh dalam rentang waktu 10 - 13 Dzulhijjah. Hewan ternak tersebut masih sah dan layak untuk digunakan kurban. Makanya hewan kurban nanti diperiksa dulu oleh petugas kesehatan di daerah penyembelihan kurban setempat.

Yamin menambahkan, pihaknya bersama unsur akademisi dan SKPD terkait tengah melakukan pembahasan tata cara dan mekanisme  penyembelihan kurban selama wabah PMK.

Sementara itu, drh Nanang Sugiharto Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Pangan Kabupaten Banyuwangi mengatakan, PMK adalah virus yang menyerang hewan ternak berkaki empat dan berkuku belah. 

"Penyakit itu tidak menular pada manusia dan daging hewan yang terpapar PMK masih bisa dikonsumsi," ungkapnya.

Namun, dalam momen Idul Adha tahun ini, pemerintah sebetulnya merekomendasikan penyembelihan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Namun karena hal tersebut dirasa tidak memungkinkan sehingga penyembelihan kurban di tempat umum tetap diperbolehkan. Tentunya dengan tetap koordinasi dengan petugas kesehatan hewan setempat.

Baca Juga : Mobil Fortuner Pelat 'RF' Diduga Milik Pejabat yang Terobos Jalur Busway Akhirnya Diciduk Polisi

Sehingga dalam proses penyembelihan tetap akan  diizinkan di luar (tempat umum) namun dengan persyaratan khusus. Di mana, untuk standar operasional prosedur (SOP) masih disiapkan.

Selain itu panitia penyembelihan kurban diharapkan juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Satgas PMK di wilayah masing-masing. Sehingga sebelum penyembelihan berlangsung, satgas nantinya akan melakukan survei kelayakan tempat maupun kesehatan hewan kurbannya. 

"Segera lapor  kepada kepada kami atau satgas yang ada di setiap kecamatan. Sehingga kami bisa segera tindaklanjuti untuk meninjau lokasi serta hewan kurban tersebut," pungkas Nanang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pmk ternak MUI Kabupaten Banyuwangi

Berita Lainnya