Ini Kiat Kades Olehsari Memelihara dan Melestarikan Adat Osing | Banyuwangi Times
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Ini Kiat Kades Olehsari Memelihara dan Melestarikan Adat Osing

Jun 08, 2022 20:40
Joko Mukhlis, Kepala Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi (Foto: Nurhadi Banyuwangi/ JatimTIMES)
Joko Mukhlis, Kepala Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi (Foto: Nurhadi Banyuwangi/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dalam era globalisasi dan tumbuh kembangnya budaya transnasional serta gaya hidup  masyarakat global, usaha menjaga, memelihara dan melestarikan adat istiadat dan seni budaya tradisional bukan pekerjaan yang mudah.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan gencarnya serbuan budaya asing terutama budaya barat yang masuk pada hampir semua sendi kehidupan masyarakat  khususnya kalangan generasi muda, pelan tetapi pasti akan menggerus adat dan budaya tradisional yang ada di masyarakat. Termasuk adat tradisi dan budaya Osing yang ada di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Baca Juga : Sempat Tertunda, Wabup Tuban Riyadi Bersama Dua Jamaah Terbang ke Tanah Suci

Menurut Joko Mukhlis, Kepala Desa (Kades) Olehsari, dalam upaya menjaga, memelihara dan melestarikan adat budaya Osing yang ada di wilayahnya, pemerintah desa bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan komunitas pelestari adat melakukan progam sosialisasi dan edukasi bagi generasi muda sejak usia dini.

“Dalam menjaga adat dan budaya di wilayah Olehsari, kami selalu melakukan sosialisasi kepada warga terkait kebiasaan-kebiasaan positif para leluhur dalam bidang pertanian, peternakan, perdagangan maupun dalam adat istiadat dan seni budaya,” jelas Kades Joko kepada wartawan media ini di Kampung Sukmo Ilang Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi pada Rabu (08/06/2022).

Kendala di lapangan yang dihadapi dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya Osing lanjut Alumni SMA Katolik Hikmah Mandala Banyuwangi itu, terkadang adanya benturan adat istiadat dan paham keyakinan agama sebagian warga masyarakat sehingga terjadi tarik ulur.

”Apabila semua pihak mampu membedakan antara adat dan agama serta kepercayaaan/ keyakinan masing-masing, semuanya akan berjalan dengan aman lancar dan sukses seiring dengan maksud dan tujuan Desa Olehsari yang sebenarnya dalam nguri-uri adat budaya Osing,” imbuhnya.

Ayah dua anak itu menuturkan langkah yang diambil dalam mengatasi kendala di lapangan, pemerintah desa bersama dengan tokoh agama dan tokoh adat melakukan sosialisasi agar warga mampu menyaring paham dan kegiatan yang masuk dari luar wilayah khususnya terkait dengan adat dan budaya. Dimana masyarakat Osing lebih menonjolkan sifat gotongroyong dan kebersamaan dalam setiap kegiatan masyarakat untuk nguri-uri adat istiadat yang ada.

Baca Juga : Pindah Tugas, Kades Se-Kalidawir Arak Camat dengan Kereta Kuda ke Kecamatan Sumbergempol

Selanjutnya Joko menambahkan juga ada Pesinuan Sekolah Adat Osing di Desa Olehsari yang merupakan lembaga sekolah untuk memelihara dan melestarikan kegiatan masyarakat Osing pada jaman dahulu dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam bidang pertanian, perikanan, peternakan maupun dalam seni budaya serta semua bidang yang lainnya.

“Semua bidang ada di sana terbukti dengan adanya kegiatan membuat ketupat, menganyam atap rumah secara adat dan lain-lain. Warga masyarakat terutama anak-anak mendapatkan pelajaran untuk siap apabila sewaktu-waktu ada yang merantau tidak bingung dan mampu bertahan dengan bekal keterampilan dan keahlian yang dimiliki terutama di bidang seni budaya,” pungkas Joko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
budaya osing budaya Banyuwangi

Berita Lainnya