28/11/2022 Atletnya Mundur, Pengurus Wushu Banyuwangi Optimis Raih Medali Porprov Jatim  | Banyuwangi Times

Atletnya Mundur, Pengurus Wushu Banyuwangi Optimis Raih Medali Porprov Jatim 

Jun 08, 2022 19:15
Atlet Wushu Banyuwangi saat menjalani latihan menjelang Porprov Jatim di Champ Latihan Wushu Banyuwangi (Foto; Nurhadi/BanyuwangiTIMES)
Atlet Wushu Banyuwangi saat menjalani latihan menjelang Porprov Jatim di Champ Latihan Wushu Banyuwangi (Foto; Nurhadi/BanyuwangiTIMES)

Pewarta: Nurhadi Joyo | Editor: Pipit Anggraeni

JATIMTIMES - Jajaran Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Indonesia (WI) Banyuwangi optimis mampu menyumbang medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur (Jatim) yang akan digelar di Kabupaten Jember pada akhir Juni sampai dengan awal Juli 2022.

Ketua Pengkab WI Banyuwangi Suhadak mengungkapkan, kurang dari sekitar dua bulan menjelang pelaksanaan Porprov Jatim, tiga atlet yang diharapkan meraih medali mengundurkan diri dengan alasan masing-masing.

Baca Juga : Kantor Dinas Perpustakaan dan GraPARI Telkomsel Ngawi Didemo

Ketiga atlet wushu yang mengundurkan diri adalah Moh. Syafaat kelas 45 Kilogram, Audy Agfa kelas 52 Kilogram dan Gilang Kelas 56 Kilogram, yang semuanya turun dalam kategori Sanda Putra.

Ayah dua anak tersebut menambahkan, sebagai pengurus pihaknya sudah berupaya menjalin komunikasi dan memberikan pemahaman kepada atlet tersebut. Dia memahami dan menghormati pilihan anak asuhnya karena pilihan tersebut menyangkut masa depan mereka.

“Setelah atlet yang kami target untuk mendapat medali mengundurkan diri, maka harus merevisi target emas yang ditetapkan. Dengan atlet yang ada saat ini kami tetap optimis untuk mendapatkan medali dalam Porprov Jatim mendatang meskipun bukan medali emas,” ujar pria yang saat ini menjabat Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Wongsorejo Banyuwangi itu.

Sementara Fellix Primatara Budiarto, Pelatih  Wushu Banyuwangi menuturkan saat ini ada 6 atlet yang mengikuti program pemusatan latihan atau Trainning Centre (TC). Semua atlet yang disiapkan akan turun dalam kategori tanding atau Sanda.

Keenam atlet tersebut adalah untuk putra Angga Satria kelas 65 kilogram, Moch Nur Hanif kelas 48 kilogram dan Genta Prawira 42 kelas kilogram.

Selanjutnya untuk atlet Wushu putri Banyuwangi adalah Cintya Cici Nurma Yunita kelas 42 kilogram, Nabiela Anastasia kelas 48 kilogram dan  Amara Firda Yulita kelas 52 kilogram.

Baca Juga : Hadiri Penandatanganan MoU SuKMa-e Jatim, Bupati Tulungagung: Kepala OPD Tidak Boleh Reaktif Namun Harus Kreatif

Dalam program TC yang dilakukan menghadapi Porprov Jatim, salah satu kendala yang dihadapi oleh tim Wushu Banyuwangi adalah kesulitan sparing partner untuk menerapkan taktik dan strategi dalam gelanggang.

“Tidak seperti olahraga beladiri lain seperti silat atau karate, cabang olahraga Wushu di Banyuwangi peminatnya masih kurang. Sebagai pelatih kami harus rela mendampingi atlet latih tanding agar mendapatkan fell dalam pertandingan di gelanggang,” jelas Fellik.

Alumni SMK PGRI Giri itu menambahkan, saat ini terus melakukan intensif baik fisik teknik maupun gemblengan mental tanding pagi siang dan malam.

“Adapun kabupaten/kota yang menjadi pesaing Banyuwangi dalam perebutan medali adalah atlet yang berasal dari Kabupaten Ngawi, kota Kediri dan Kabupaten Sidoarjo. Namun dengan materi atlet dan persiapan yang dilakukan ditambah adanya pandemi Covid 19 yang lalu kami optimis Banyuwangi mampu mendapatkan medali dalam Porprov Jatim mendatang,” pungkas Fellik.

Judul berita Atletnya Mundur, Pengurus Wushu Banyuwangi Optimis Raih Medali Porprov Jatim .

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Kabupaten Banyuwangi Porprov jatim

Berita Lainnya