Warga Jual Handycraft Kulit Hewan Dilindungi, Polres Jember Bergerak | Banyuwangi Times
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Warga Jual Handycraft Kulit Hewan Dilindungi, Polres Jember Bergerak

May 26, 2022 08:19
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo saat menunjukkan barang bukti kulit hewan dilindungi dalam konferensi pers (foto : istimewa / Jember TIMES)
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo saat menunjukkan barang bukti kulit hewan dilindungi dalam konferensi pers (foto : istimewa / Jember TIMES)

JATIMTIMES – Memiliki keahlian dengan membuat kerajinan berbahan baku dari kulit hewan, tentu menjadi kebanggaan tersendiri dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Tapi, jika keahlian yang dimilikinya bertentangan dengan hukum tentu akan berakibat fatal.

Hal ini yang dilakukan oleh MMR (26) warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Jember yang selama ini dikenal sebagai pengrajin tas dan sabuk dari kulit hewan. Ia harus berurusan dengan Polres Jember setelah polisi berhasil mengungkap jika MMR membuat tas dan sabuk dengan bahan baku dari kulit satwa liar yang dilindungi pemerintah dan hampir punah.

Baca Juga : Partai Demokrat Sarankan Anies Masuk Parpol Demi Pilpres 2024

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo kepada sejumlah wartawan dalam konferensi pers, Rabu (25/5/2022) kemarin menyatakan, bahwa terungkapnya aksi pelaku ini setelah patroli cyber Polres Jember mendapatkan pelaku menjual benda seni yang berbahan kulit hewan satwa liar tersebut ke media sosial Facebook. Dari situlah polisi kemudian melakukan penyelidikan.

“Terungkapnya tindak pidana yang dilakukan pelaku dengan menjual barang seni yang berbahan kulit dari satwa lindung setelah anggota patroli cyber kami menemukan pelaku memposting jualannya di media sosial Facebook. Kemudian kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan,” ujar Hery.

Hery menyatakan, bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku diketahui jika kulit dari satwa lindung tersebut didapatkannya dari hutan yang ada di Sumatera, di mana ada pihak yang memasok kepada pelaku.

“Bahan baku kulit satwa lindung yang sudah diawetkan tersebut didapatkan pelaku dari hutan yang ada di Sumatera. Ada kemungkinan juga sebagian didapat dari hutan yang ada di sekitar Jember,” ujarnya.

Selain MMR, saat ini Polres Jember juga melakukan upaya mengungkap jaringan pemburu hewan liar yang dilindungi undang-undang, termasuk kepada pembeli yang merupakan kolektor dari benda-benda seni tersebut.

“Petugas saat ini memburu seseorang yang berperan memasok hewan satwa liar dilindungi kepada MMR. Adapun peran MMR ini sebagai perajin dan penjual benda jadinya. Dari pemeriksaan yang kami lakukan beberapa barang yang sudah dibuat oleh pelaku juga terungkap sudah dipesan dan dibayar oleh pembeli,” ujarnya.

Baca Juga : Kasus Pencemaran Nama Baik Berlanjut, Pelapor Ketua Perindo Kota Malang Mulai Diperiksa Polisi

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti diantaranya kepala rusa dengan bagian lehernya, dua tubuh kijang yang masih relatif utuh dan sudah diawetkan, selembar kulit macan tutul dan beberapa tas dan sabuk berbahan kulit harimau dan macan tutul.

Sedangkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam, Hayati, dan Ekosistem, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

“Ancamannya hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan denda maksimal Rp100 juta,”ujar Hery.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
hewan dilindungi kerajinan dari bahan kulit hewan dilindungi

Berita Lainnya