Menggugah Hati, Begini Kisah Janda Tua Jalankan Ibadah Puasa di Malang | Banyuwangi Times

Menggugah Hati, Begini Kisah Janda Tua Jalankan Ibadah Puasa di Malang

Apr 20, 2021 11:32
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)

INDONESIATIMES - Program berbagi Ngedum Ojir JatimTIMES Network kembali hadir di bulan suci Ramadan 1442 H. Seperti diketahui di bulan suci ini sudah sepatutnya kita saling berbagai dan membantu kepada yang membutuhkan. 

Kisah memprihatinkan sekaligus mengunggugah hati pada episode Ngedum Ojir Ramadan perdana kali ini datang dari seorang janda miskin tua bernama Mak Turi. Tim Ngedum Ojir pun menyambangi persinggahan Mak Turi yang berada di Dusun Genengan, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Beri Layanan SIM Gratis Bagi Disabilitas, Polresta Malang Kota Dapat Penghargaan dari DMI

Seperti biasanya, program ini diawali dengan sambutan Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus. Beliau ditemani oleh Manager JatimTIMES Heryanto dan tokoh masyarakat serta tokoh agama di Dusun Genengan. 

Disampaikan oleh tokoh masyarakat tersebut, Mak Turi merupakan seorang janda tua yang tak memiliki anak. Untuk keseharian, ia hanya mengharapkan santunan dari para tetangga. 

Tak lama, Firdaus dan tim bergegas untuk mendatangi rumah Mak Turi. Tiba kediaman Mak Turi terlihat kondisi rumah yang sederhana dan kurang layak. 

Dijelaskan juga jika Mak Turi kerap berpindah-pindah tempat tinggal karena tidak memiliki rumah. Bahkan saat ini, ia harus tinggal di tanah milik orang lain. 

Sehingga, suatu saat jika pemilik tanah akan menggunakan mau tak mau Mak Turi harus mencari tempat tinggal lain. Selain itu, kondisi Mak Turi juga kurang bisa mendengar. 

Kecuali dengan suara yang cukup keras, Mak Turi paham apa yang dibicirakan. Meski sudah usia senja, Mak Turi ternyata masih kuat untuk melakukan ibadah puasa. 

Meski seharusnya, di usianya yang sudah tua tak diwajibkan untuk berpuasa. Saat ditanya menu makan sahur, Mak Turi mengatakan ia harus makan seadanya yang penting perut sudah terisi.

Menyedihkannya, ia mengaku tak pernah makan dengan daging. Biasanya, ia hanya makan dengan tempe. 

Kemudian, Firdaus menanyakan dimana suaminya. Tokoh masyarakat yang mendampingi Mak Turi menjelaskan jika suami dari Mak Turi sudah meninggal 15 tahun yang lalu. 

Yang patut dicontoh dari Mak Turi ialah meski kondisinya seperti itu, ia tak lupa untuk tetap menjalankan salat wajib 5 waktu. Sementara kondisi rumahnya masih beralaskan tanah. 

Di ruangan sekecil itu, terdapat ruang tamu yang jadi 1 dengan tempat ia tidur. Terdapat kasur ukuran 1 orang untuk Mak Turi beristirahat.

Setelah cukup lama berbincang, Firdaus lantas meminta izin untuk melihat kondisi rumah Mak Turi. Firdaus pun menuju dapur yang kondisinya berantakan dan berdebu.

Tampak alat-alat dapur yang berserakan di meja. Mak Turi lantas mengatakan jika tanah yang ditempati sebagai rumah itu ia sewa selama 5 tahun. Setahunnya senilai Rp 250 ribu. 

Saat ditanya kegiatan sehari-harinya, Mak Turi mengaku selama ini ia menganggur. “Lah nyambut gawe yo gak iso (Lah kerja juga tidak bisa; red),” ujarnya.

Baca Juga : Harga Turun, Penjualan Kurma di Kota Malang Naik 50 Persen

Ia juga menceritakan saat pernah akan bekerja ia hampir ditabrak oleh truk gandeng. “Nggih truk gandeng niku pun ten ngareo kulo, nggih slamet pun (Truk gandeng itu sudah di depan saya, untuk selamat; red),” ujarnya sambil mengelus dada.

Saat menceritakan hal itu, Mak Turi menitikan air mata. Ia juga menceritakan untuk makan sehari-hari ia mendapatkan dari orang-orang biasanya Rp 50 ribu. 

Uang itu lantas dipakai Mak Turi untuk membeli beras dan kebutuhan makan. Firdaus lantas mencoba membuka lemari makanan. 

Tampak sisa nasi yang rencananya akan digunakan Mak Turi untuk berbuka. Hingga tiba waktunya, tim Ngedum Ojir memberikan sedikit bantuan kepada Mak Turi untuk kebutuhan sehari-hari. 

Heryanto menjelaskan jika uang yang diterima Mak Turi senilai Rp 1 juta. "Nggih-nggih kulo terimi (Iya saya terima; red)" ujar Mak Turi.

Mak Turi pun bersyukur mendapat rezeki itu dan mengucapkan terima kasih kepada tim Ngedum Ojir. 

"Kulo matur nuwun, saetu (Saya terima kasih, sungguh; red)," cetusnya.

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan. Serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman.

https://www.youtube.com/watch?v=7ZjL_xg4VBI

Topik
ngedum ojir Kabupaten Malang program ngedum ojir Lazuardi Firdaus

Berita Lainnya