Pimpin Salat Magrib, Imam Musala Meninggal Saat Sujud | Banyuwangi Times

Pimpin Salat Magrib, Imam Musala Meninggal Saat Sujud

Apr 13, 2021 20:53
Warga yang merawat imam Musala At-Taqwa, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang meninggal saat sujud (foto: Polsek Bantur for MalangTIMES)
Warga yang merawat imam Musala At-Taqwa, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang meninggal saat sujud (foto: Polsek Bantur for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Warga Dusun Wonogiri, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dihebohkan dengan meninggalnya seorang imam Musala At-Taqwa saat sedang beribadah salah magrib, Senin (12/4/2021) kemarin.

Kapolsek Bantur AKP Slamet Subagyo mengatakan, bahwa imam musala tersebut diketahui bernama Sofyan (58). Sofyan meninggal saat memimpin salat magrib di malam bulan suci ramadan.

Baca Juga : Rumah Sementara Layak Huni Warga Terdampak Gempa Siap Dibangun Pemkab Malang

“Meninggalnya tepat ketika korban sedang bersujud rakaat pertama,” terang Slamet, Selasa (13/4/2021).

Saat kejadian, Slamet mengaku bahwa Sofyan memimpin salat dengan diikuti jamaah sekitar 10 orang. Lalu saat sujud rakaat pertama, korban tidak berdiri kembali, sehingga makmum menunggu cukup lama.

“Karena kelamaan (menunggu), salah satu makmum membatalkan salatnya dan mengecek korban. Dan diketahui korban sudah tidak bernafas dalam kondisi masih sujud,” ungkapnya.

Meninggalnya Sofyan seketika membuat seluruh jamaah membatalkan salat. Padahal dari keterangan warga yang diperoleh Slamet, korban tidak memiliki keluhan penyakit apapun.

“Sebelum menjadi imam, korban juga adzan dan melantunkan puji-pujian. Jadi belum bisa kami pastikan apa penyebab kematiannya. Begitupun dugaan pembunuhan juga tidak ada pada tubuh korban,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto Tirmidi Purwanto membenarkan meninggalnya Sofyan ketika menjadi imam salat magrib itu. “Iya benar, beliau meninggal dalam keadaan salat magrib,” katanya.

Baca Juga : Dinilai Rugikan Warga, Pembangunan Jalan Desa Gamping Tuai Protes

Lanjut Tirmidi, korban dalam kesehariannya adalah imam musala yang rendah hati dan selalu tersenyum kepada masyarakat. “Keluarganya mayoritas bangga dengan kondisi meninggalnya korban yang saat bersujud itu,” tandasnya.

Paska kejadian itu, korban dievakuasi ke rumah duka, dan keluarga tidak bersedia untuk melakukan autopsi. Sebaliknya, mereka menerima kejadian itu sebagai peristiwa yang wajar.

 

Topik
Imam Musala meninggal Desa Wonokerto kapolsek bantur berita kabupaten malang

Berita Lainnya