Produksi Padi Banyuwangi Tiap Tahun Surplus | Banyuwangi Times

Produksi Padi Banyuwangi Tiap Tahun Surplus

Mar 31, 2021 17:28
Tanaman Padi milik warga masyarakat yang siap panen (Nurhadi Banyuwangi/Jatim Times)
Tanaman Padi milik warga masyarakat yang siap panen (Nurhadi Banyuwangi/Jatim Times)

BANYUWANGITIMES - Sebagian besar wilayah Banyuwangi dalam bulan April akan memasuki panen raya yang seharusnya sudah dimulai bulan Maret lalu. 

Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi sudah melakukan antisipasi jauh-jauh hari dengan menyampaikan kepada para petani secara khusus agar tidak terpengaruh terhadap beras impor yang sudah direncanakan. 

Baca Juga : CCTV Belum Siap, Polres Ngawi Belum Terapkan ETLE

Menurut Arief Setiawan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi,  masyarakat  luas sudah mengetahui dan mendengar sendiri melalui media massa dan media sosial bahwa presiden Republik Indonesia (RI) masih menunda beberapa bulan ke depan. 

Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi menilai kebijakan tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan jika  melihat potensi pertanian yang ada.

”Secara khusus Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Setiap tahun mampu menghasilkan hampir 350 ribu ton beras, sehingga kami merasa tidak perlu untuk melakukan impor,” jelasnya.

Selanjutnya Arief menuturkan, jauh-jauh hari pihaknya sudah  menyampaikan kepada para petani Banyuwangi untuk meningkatkan mutu dan kualitas gabah dan beras yang dihasilkan. 

Secara umum, beras Banyuwangi kualitasnya berbeda dengan daerah yang ada di sebelah barat. Sebab di Banyuwangi meskipun curah hujannya tinggi, namun air tidak lama menggenang sehingga tidak mempengaruhi mutu dan kualitas gabah atau beras yang dihasilkan.

“Kontur Banyuwangi apabila terjadi hujan sehari pun sekitar 2-3 jam sudah kering kembali. Jadi kualitas beras di Banyuwangi tidak bisa disamakan dengan kualitas gabah/beras  di Jawa Tengah atau daerah Jawa Timur bagian barat yang terkadang cukup lama terendam  banjir Bengawan Solo, sehingga kualitasnya kurang bagus,” imbuh Arief.

Baca Juga : Bupati Salwa Arifin Tutup TMMD ke-110

Lebih lanjut, dia menambahkan, beberapa waktu lalu Kementerian Pertanian RI menurunkan Kepala Badan Ketahanan Pangan RI  bersama Direktur PT. Petani untuk melakukan program penyerapan gabah petani yang dilakukan di dua tempat. Yaitu wilayah Muncar dan kecamatan Sempu. 

Dari dua wilayah tersebut rata-rata mampu menyerap  gabah hampir 100 ton setiap hari. Serapan gabah menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp. 4. 200 hingga Rp. 4.300,- per kilogram.

” PT. Pertani akan mengambil beras dari para petani dan berkerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI,” pungkas Arief. 

 

Topik
Produksi Beras beras banyuwangi Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi impor beras

Berita Lainnya