Revisi Perda, Dewan Banyuwangi Ingin Pasar Tradisional dan Produk Lokal Bisa Bertahan | Banyuwangi Times

Revisi Perda, Dewan Banyuwangi Ingin Pasar Tradisional dan Produk Lokal Bisa Bertahan

Jan 26, 2021 18:10
Ficky Septalinda, Ketua Pansus Raperda Ketertiban Umum DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Ficky Septalinda, Ketua Pansus Raperda Ketertiban Umum DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

BANYUWANGITIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi ingin adanya penataan dan pengelolaan toko modern yang sudah menyebar di semua pelosok di perubahan ketiga Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum.

Ficky Septalinda, Ketua Panitia khusus (pansus) Raperda perubahan Perda tentang Ketertiban Umum mengungkapkan pihaknya ingin mengikuti kondisi riil yang ada di bawah. “Kami juga mendukung visi misi pemerintah yang ingin memberdayakan pasar dan toko-toko tradisional serta produk lokal yang tumbuh dan berkembang di wilayah Banyuwangi,” kata Ficky usai rapat dengan tim eksekutif di ruang rapat kerja Komisi I DPRD Banyuwangi, Selasa (26/1/2021} .

Baca Juga : Polemik Pasar Induk, PC PMII Bondowoso: KIta Akan Turun Tangan

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, Perda Ketertiban Umum yang sedang dibahas nantinya akan dibuat beberapa aturan yang mengikat. Antara lain pemerintah akan mengatur jam operasional pasar modern, tidak mengeluarkan ijin toko yang berjejaring dan toko modern wajib memberikan Space atau ruang tempat penjualan bagi produk lokal sebagai upaya mengangkat produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pelaku usaha lokal Banyuwangi.

”Sehingga yang menentukan Space dan produk lokal adalah pemerintah dan dituangkan dalam aturan. Karena apabila mereka yang menentukan akan pilih-pilih atas produk UMKM dan pelaku usaha lokal yang ada,” jelas Ficky.

Karena saat ini pembahasan masih dalam tahap awal, pihak legislatif meminta eksekutif bisa membantu mencari referensi aturan yang bisa diakomodir dalam membuat dasar hukum yang bisa melindungi kepentingan semua pihak. Sehingga dewan menyadari butuh waktu, proses dan beberapa kali  pertemuan untuk membahas detail aturan yang memberikan perlindungan bagi pasar tradisional dan produk lokal.

Apabila perda ketertiban umum nanti sudah ditetapkan maka dewan bersama eksekutif akan melakukan evaluasi ulang terkait keberadaan pasar modern yang sudah ada saat ini. Termasuk mengatur lokasi keberadaan pasar modern agar tidak terlalu dekat dengan pasar tradisional dan toko-toko lokal milik warga yang membuka usaha di desa dan wilayah kecamatan.

Baca Juga : Pekan ini Vaksin Datang, Seluruh Layanan Kesehatan di Banyuwangi Dipastikan Siap

”Tujuan utama perda ini adalah hadirnya pemerintah dalam upaya mengangkat dan melindungi pasar tradisional dan produk lokal agar tetap bertahan serta mampu berdampingan dengan pasar modern yang ada di wilayah Banyuwangi,” ujar Ficky mengakhiri wawancara dengan wartawan.

 

Topik
Berita Banyuwangi Dewan Banyuwangi lindungi pasar tradisional

Berita Lainnya