Telegram (Foto:   Callbell)
Telegram (Foto: Callbell)

Aplikasi chatting Telegram saat ini kembali menjadi sorotan. Terlebih sejak aplikasi chatting WhatsApp membuat kebijakan privasi baru yang diklaim membuat resah penggunanya.  

Di media sosial ramai jika pengguna WhastApp berpindah alih menggunakan Telegram.  

Baca Juga : Panggil Pihak WhatsApp Terkait Kebijakan Baru, Kominfo Beri 2 Syarat ini

 

Hal ini rupanya membuat Telegram memanfaatkan betul momentum dimana sebagian masyarakat berpindah alih menggunakannya.  

Bahkan, di Twitter tengah beredar foto Telegram yang memajang peti mati WhatsApp hingga menjadi viral.

Dalam meme itu, tampak beberapa orang yang membawa peti mati di Ghana sambil berjoget. 

 

 

Peti mati itu juga bertuliskan kebijakan privasi baru WhatsApp di mana pengguna harus menyetujui jika ingin tetap menggunakannya.  

Foto itu pun langsung mendapat berbabagi respons dari warganet.  

Telegram pun sangat rajin membalas komentar dari warganet tersebut.  

Salah satunya pertanyaan mengenai bagaimana jika pengguna sudah terlanjut setuju dengan kebijakan WhatsApp tersebut.

"Uninstal saja dan move on. Hal ini seperti mantan Anda, jika tidak cukup baik buat Anda, maka Anda berhak dengan yang lebih baik," jawab Telegram.

Baca Juga : Waspada! Grup WhatsApp Disebut Bisa Diakses Siapa pun lewat Google Search

 

Meme itu tentu merupakan bentuk sindiran dan ancaman bagi WhatsApp yang kini tengah menjadi sorotan.  

Terkait hal ini, pendiri Telegram Pavel Durov ikut memberikan tanggapan.  

"Jutaan orang marah dengan kebijakan baru WhatsApp, yang sekarang mengharuskan pengguna memasukkan semua data pribadi mereka ke mesin iklan Facebook," sebutnya.

"Tidak mengherankan jika banyak pengguna beralih dari WhatsApp ke Telegram, yang sudah berlangsung beberapa tahun, semakin cepat," klaim Pavel.

Seperti diketahui, pengguna WhastApp harus menyetujui kebijakan privasi tersebut mulai 8 Februari 2021.

Adapun jenis informasi yang akan dibagikan WhatsApp ke Facebook seperti nomor telepon, nama profil, foto profil, data transaksi, informasi terkait layanan, informasi perangkat mobile, alamat IP dan informasi lainnya.