Pedagang pasar induk saat menemui Wakil Ketua Komisi II A Mansur (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Pedagang pasar induk saat menemui Wakil Ketua Komisi II A Mansur (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

Puluhan pedagan pasar induk Bondowoso mendatangi kantor DPRD Bondowoso, Selasa (12/1/2020). Mereka mengadu dan meminta keadilan kepada Komisi II atas kebijakan yang dinilai sepihak oleh Diskoperindag Bondowoso.

Para pedagang itu pun diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi II, A Mansur. Pedagang mengaku sudah tiga hari tidak berjualan. Lantaran pedagang pasar sore tersebut ditertibkan ketika berjualan di luar gedung. Mereka menolak untuk pindah karena pembeli sepi saat berjualan di lantai atas.

Baca Juga : DPRD Banyuwangi Harapkan Semua Perusahaan Miliki IPAL

Kordinator pedagang, Sitti Aisyah mengatakan, bahwa pedagang sayur, daging ayam dan sebagainya menginginkan agar pasar tetap berjalan sebagaimana biasanya, yakni melapak di bawah.

"Jadi seperti dulu, bahkan sebelum ada kami sudah ada pasar sore. Kami dipindah ke atas karena penertiban dan takut berkerumun. Padahal di atas berdekatan tempatnya," paparnya.

Pasar sore dari Pukul 01.00 WIB sampai Pukul 22.00 WIB. Selama pandemi, pendapatan pedagang pun sangat minim. Terlebih ketika harus dipindah ke lantai 2 yang dirasa memang tak banyak dilirik konsumen.

"Di atas hanya lalat. Bukan kami mau menentang rencana yang dicanangkan pemerintah. Setahun lalu empat bulan kami menempati di lantai dua. Kami sudah merasakan dan kami rugi," paparnya.

Bahkan sesama pedagang kata dia, sempat saling berkelahi berebut pelanggan. "Di sana berdampingan, untung ada yang melerai," imbuhnya.

Menurutnya, juga ada pedagang pisau di lantai dua ditelanjangi dan uangnya diambil oleh preman mabuk. "Kenapa? Saking sepinya di atas," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, A Mansur MH mengatakan bahwa alasan agar pasar sore tetap seperti sebelumnya karena di atas sepi.

Baca Juga : Intip TWUIN Command Center, Komisi B DPRD Kota Malang Datangi Perumda Tugu Tirta

"Kami secepatnya akan berkoordinasi dengan Diskoperindag. Terkait keluhan pedagang hari ini. Segera kita carikan solusi," jelas Politisi PKB tersebut.

Menurutnya, perlu duduk bersama antara pemerintah dan pedagang. Sehingga diketahui titik temu antara keinginan pemerintah dan pedagang.

"Kita punya aturan. Jadi pedagang harus juga taat aturan. Pemerintah juga begitu. Tidak boleh pokoknya," imbaunya.

Sementara UTD (Unit Pelaksana Teknis) Pasar Induk Bondowoso, Didik Maryoto mengatakan, pihaknya merelokasi pedagang sudah disediakan tempat. "Sudah ada tempatnya," imbuhnya.

Pihaknya juga meminta bertemu di pasar induk Bodowoso agar sama-sama tahu kondisinya. "Biar tidak salah tanggap lagi," imbuhnya.