Coffee Library Banyuwangi, Ngopi Subuh Depan Masjid sambil Tambah Wawasan dengan Membaca  | Banyuwangi Times

Coffee Library Banyuwangi, Ngopi Subuh Depan Masjid sambil Tambah Wawasan dengan Membaca 

Dec 30, 2020 19:55
Coffee Library atau Kedai Subuh di kawasan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Coffee Library atau Kedai Subuh di kawasan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Jika ingin menambah wawasan, tidak salahnya mencoba coffee llbrary. Ini sebuah inovasi dan kreativitas  kaum milenial Banyuwangi dalam memadukan kedai kopi dengan kegiatan literasi terkait kopi dan entrepreneur. 

Coffee library ini membuka layanan mulai pukul 03.45-06.00 di sekitar Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi.

Baca Juga : Nongkrong di Tempat Kekinian Kota Batu, Coba Kedai Ngajak Ngopi Saja

Menurut Novian Dharma Putra, owner Mobil Cafe (Moca) Banyuwangi, yang menggagas coffee library, usaha yang dirintis  itu merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas semua yang telah diberikan.

Sebagai tokoh muda, pria kelahiran Banyuwangi 1987 tersebut  berupaya membantu Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mencerdaskan warganya dengan menumbuhkembangkan minat dan budaya membaca sambil menikmati secangkir kopi panas di pinggir jalan.

“Kami ingin membudayakan minat baca dan ngopi dan memberikan dukungan dan support teman-teman  pemuda atas inisiasi membuka  kedai kopi subuh yang diberi nama coffee library. Memadukan kedai kopi dengan kegiatan literasi terkait kopi dan entrepreneur,” ungkap suami Novina Puspita Hati itu.

Selanjutnya ayah tiga anak itu mengatakan, jenis kopi yang ditawarkan coffee library ada jenis arabica, robusta, dan excelsa. Harga secangkir kopi kisaran Rp  5.000 sampai dengan Rp  8.000. Selain itu, pengunjung bisa menikmati ketan kirip yang dipadu dengan pisang goreng serta mendapatkan kesempatan membaca buku-buku  yang disiapkan.

Baca Juga : Tak Lagi Dipakai, Daun Jati Pernah Tren Jadi Bungkus Nasi Berkat di Tulungagung

Alumni SMA Negeri Glagah itu menambahkan, kedai subuh menawarkan konsep seduh kopi secara manual brew. Pembeli bisa belajar dan sharing saat pembuatan terkait dengan sajian, jam opersional, dan tertib serta disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah covid-19 di Banyuwangi.

Lulusan D II Air Trafic Control  Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Surabaya itu berharap ke depan upaya memadukan kedai kopi dengan kegiatan literasi mampu menambah minat baca masyarakat. Dan untuk mengikuti perkembangan teknologi, maka perlu adanya perpustakaan digital sehingga jangkauan buku bacaan digital lebih banyak pilihan.

Topik
Coffee Library Banyuwangi Berita Banyuwangi

Berita Lainnya