Ratih Nurhayati, anggota Fraksi Nasdem DPRD Banyuwangi.  (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Ratih Nurhayati, anggota Fraksi Nasdem DPRD Banyuwangi. (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

"Saya memandang dan melihat Bu Ipuk Fiestiadani Azwar Anas merupakan sosok istimewa sekali.Dan sebagai sesama perempuan, kami sama-sama memiliki komitmen untuk memajukan Banyuwangi tanpa melihat gender.”

Ungkapan tersebut disampaikan Ratih Nurhayati, anggota Fraksi Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi di depan ruang khusus DPRD Banyuwangi.

Baca Juga : Tak Lagi Jadi Pengurus MUI, Tengku Zulkarnain: 10 Tahun Cukuplah

Menurut Ratih, pada saat harus fokus berjuang bersama pasangannya, H Sugirah, dalam memenangkan partarungan perebutan jabatan bupati-wakil bupati Banyuwanggi masa bakti 2020-2025, Ipuk harus menghadapi gelombang dan badai politik yang sebenarnya cukup berat bagi seorang perempuan.

Namun dalam kenyataan di lapanga,  Ipuk mampu menunjukan kematangan politik dan kedewasaan pribadinya dalam menghadapi situasi dan kondisi yang terjadi. Dia tetap melakukan program kunjungan ke masyarakat untuk menyapa, mengenal diri dan menyampaikan program-programya serta menyerap serta menjaring aspirasi masyarakat .

“Bu Ipuk tetap tenang dingin tegar dan tidak larut terseret arus, namun fokus dalam berjuang bersama para pengurus parpol pengusung dan pendukung serta para relawan terus bergerak menyapa masyarakat Banyuwangi yang ada di wilayah kecamatan desa dan kelurahan,”jelas politisi berambut lurus tersebut.

Menurut alumni SMAN di Solo tersebut,  apa yang sudah dilakukan Ipuk dengan berbagai program yang sudah jelas menunjukkan bukti sebagai sosok wanita yang kuat. Jadi, ketangguhannya sebagai perempuan tidak diragukan dan tidak ada bedanya laki-laki. 

Ratih menuturkan fakta dan realita yang ada saat ini. Yakni  tidak sedikit tokoh perempuan yang ada di Jawa Timur  sukses menjadi pemimpin. Antara lain Khofifah Indar Parawansa (gubernur Jatim) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dewanti Rumpoko (wali lota Batu), dan Faida (bupati Jember). “Itu semakin memperkuat kami untuk memenangkan paslon Ipuk-Sugirah dalam pilkada yang digelar Rabu 9 Desember 2020 bulan depan,” ucapnya.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Surabaya: Pernyataan Armuji Terkait Dana RT 187 Juta Tak Sesuai Fakta

“Kami memakai strategi blusukan, kemudian merangkul masyarakat. Sehingga  pola-pola demikian lebih mengena di hati masyarakat. Juga untuk menyampaikan  program-program dari paslon itu lebih mudah. Saya yakin kegiatan dan strategi yang selama ini kami lakukan di dapil 5, maka dengan sisa waktu yang ada diupayakan lebih bisa memaksimalkan untuk memperkenalkan paslon. Mungkin awalnya ada yang belum mengenal jadi mengenal dan tentunya lebih memantapkan lagi pada kelompok masyarakat yang sudah mengenal paslon Ipuk-Sugirah),” ungkapnya.