Fadli Zon & Sandiaga Uno (Foto: Tribunnews)
Fadli Zon & Sandiaga Uno (Foto: Tribunnews)

Kabar ditangkapnya Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK tentunya cukup mengejutkan bagi khalayak. Edhy pun langsung menjadi perbincangan di media sosial hingga menjadi viral.  

Bahkan, kini orang terdekat dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu telah resmi sebagai tersangka. Edhy ditangkap KPK pada Rabu (25/11/2020) dini hari di Bandara Soekarno-hatta karena kasus suap ekspor benih lobster.  

Baca Juga : Cabup Kediri Dhito Dapat Dukungan Kiai dan Bu Nyai Se-Kecamatan Gurah

Terkait penangkapan Edhy ini lantas muncul beberapa nama yang dinilai berpeluang untuk mengisi kekosongan jabatan Menteri KKP. Salah satunya mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti yang diharapkan untuk kembali mengisi jabatan tersebut.  

Bahkan nama Susi sempat trending topic Twitter, lantaran Warganet meminta agar Jokowi mempertimbangkan Susi kembali menjadi Menteri KKP.

Selain Susi, nama Sandiaga Uno dan Fadli Zon juga dinilai berpeluang menjadi Menteri KKP. Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam keterangan Jumat (27/11/2020).

Ia menilai jika yang berpeluang merupakan tokoh dari Gerindra.  

"Tentu yang paling berpeluang adalah dari tokoh Gerindra, dilihat dari latar belakang kelima nama elit Partai Gerindra yang berpeluang masuk menggantikan Edhy Prabowo sebetulnya ada dua nama, Sandiaga Uno dan Fadli Zon," ujar M. Qodari.

Menurutnya, pengganti Edhy nanti harus memiliki dua kriteria yakni jabatan yang tinggi di partai dan dekat dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Qodari lantas mengatakan jika dua kriteria itu dimiliki oleh Sandiaga Uno. Diketahui sebelumnya, Sandiaga Uno sempat mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019 lalu.  

"Kemungkinan Sandiaga Uno untuk menjadi menteri, karena Sandiaga Uno itu calon wakil Presiden dari Prabowo, jadi kalau dia masuk komplit ini rekonsiliasi politik. Dan di sisi yang lain dengan masuknya Sandiaga Uno maka harusnya peluang kinerja yang lebih bagus juga akan terjadi," ujarnya.  

Baca Juga : Bahas 34 Ranperda Tahun Depan, Berikut Catatan Fraksi PKS untuk Skala Prioritas Pembahasan

Lebih lanjut Qodari menilai jika Sandiaga nantinya tak akan mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh Edhy. Ia beralasan karena Sandiaga memiliki kemampuan finansial yang cukup stabil.  

Di sisi lain, Kementerian KKP harus memiliki sosok yang mampu memperbaiki citra buruk yang dibuat oleh Edhy. Sementara untuk Fadli Zon, Qodari menilai ia juga memiliki kapasitas sebagai Menteri KKP.  

"Fadli Zon jadi Menteri KKP akan sangat menarik melihat dia jika menjalankan peran sebagai Menteri KKP sebagai bagian dari eksekutif karena selama beliau di posisi legislatif banyak dan sering sekali melakukan kritik-kritik. Nah, bisa tidak kinerjanya nanti lebih bagus daripada kritik-kritik yang ia berikan, bahkan lebih bagus dari menteri-menteri yang lain." cetus Qodari.  

Diketahui, saat ini Presiden Jokowi telah menunjuk Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri KKP sementara menggantikan Edhy.  

Keputusan itu tertuang pada Surat Edaran No: B-835/SJ/XI/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Perkantoran di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

"Dalam rangka efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi KKP, maka menteri sekretaris negara telah mengeluarkan surat penunjukan menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi sebagai menteri kelautan dan perikanan ad interim," demikian petikan surat edaran tersebut.