Deklarasi 6 Komunitas All out Menangkan Yuriz di Lapangan Futsal Rejosari Glagah Banyuwangi Nurhadi Jatim Times
Deklarasi 6 Komunitas All out Menangkan Yuriz di Lapangan Futsal Rejosari Glagah Banyuwangi Nurhadi Jatim Times

Enam Komunitas dan Relawan siap All Out memberikan dukungan dan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati - Wakil Bupati Banyuwangi nomor urut 1 H. Yusuf Widyatmoko dan KH. Muhammad Riza Aziziy (Mas Yusuf-Gus Riza) atau Yuriz.

Keenam Komunitas dan Relawan itu yaitu; Komunitas Milih Bupati Rakyat (KAMAR), Forum Peduli Bangsa (FPB),  Netizen Banyuwangi Bersuara, Gerakan Pemuda Deklmokrasi (GaPeDe) Partisipasi Publik Perempuan (PPP) dan Gelombang Millenial Nusantara (GAMAN). Komitmen itu disuarakan keenam komunitas dalam Deklarasi dan Ikrar Dukungan yang diselenggarakan di lapangan Futsal Jalan Rejosari, Banjarasari, Glagah, Banyuwangi, pada Kamis (29/10/2020).

Baca Juga : Rumah Kosong Wabup Tulungagung Masih Misterius, Ini Kata Balon dan Ketua DPC PDIP

 

Deklarasi dan Ikrar Dukungan kepada Paslon Mas Yusuf-Gus Riza dibacakan H.Juwaini SE, Koordinator KAMAR yang juga Mantan Ketua DPD PAN Banyuwangi dan diikuti oleh semua perwakilan komunitas.

Dalam ikrarnya, mereka berjanji  dengan penuh kesadaran keihklasan dan tanggung jawab untuk  mendukung dan memenangkan paslon  Mas Yusuf- Gus Riza sebagai bupati dan wakil bupati Banyuwangi 2020-2025.

Di sela-sela deklarasi Juwaini mengatakan, sejatinya komunitas yang melakukan deklarasi sudah berdiri dan bergerilya kampanye bersosialisasi kepada warga masyarakat sejak dua bulan terakhir. Namun dikarenakan waktu dan kesempatan baru bisa menggelar deklarasi dan bertatap muka langsung dengan paslon Mas Yusuf-Gus Riza. 

”Insyaallah kami bisa menyumbang suara tidak kurang dari 50 ribu suara, saat ini data yang ada pada kami By Name By Address sudah mendekati 40 ribu yang tanda tangan siap mendukung dan memenangkan Mas Yusuf-Gus Riza,” jelas tokoh asal Glagah tersebut.

Selanjutnya dia menuturkan karena saat menggelar deklarasi dalam suasana keprihatinan pandemi wabah Covid 19 maka peserta yang menjadi anggota komuitas dan relawan Mas Yusuf-Gus Riza sengaja dibatasi. Yaknis sesuai peraturan pemerintah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

“Semangat kami Banyuwangi berbenah, Banyuwangi bergantian Banyuwangi perubahan karena Banyuwangi milik semua masyarakat Banyuwangi dan bupati berikutnya harus bisa menyatu tanpa sekat dengan rakyatnya,” imbuhnya.

Latar belakang kesamaan visi dan misi  yang mendasari beberapa komunitas berkumpul membentuk relawan. “Iuran membuat Alat Peraga Kampanye(APK), meluangkan waktu tenaga serta pikiran,” ujar Juwaini yang berlatar belakang pengusaha Properti handal di Banyuwangi.

Baca Juga : SanDi Siap Lanjutkan Program Insentif Guru TPQ, Ini Kata Tokoh Agama

 

Sementara Hj. Supriyanti SE Koordinator Relawan PPP mengatakan, pihaknya merasa terpanggil untuk membuat relawan karena alasan figur yang pas dan cocok melanjutkan pembangunan di Banyuwangi. Baginya yang cocok adalah sosok yang berkecimpung langsung dalam proses pembangunan Banyuwangi. “Dalam hal ini fakta dan realita, Mas Yusuf hampir  10 tahun menjadi Wabup Banyuwangi  tentu sangat berpengalaman dan nyata,” kata dia.

“Selain itu, salah satu alasan kami karena tidak semua pemilih mau dekat dengan partai politik. Butuh uluran tangan lain untuk mendekati pemilih dan di sinilah kami hadir dan turun ke bawah Door to Door mengenalkan paslon Mas Yusuf- Gus Reza serta visi misi dalam memimpin Banyuwangi ke depan,” tegasnya. 

Sebagai relawan pihaknya merasa bersyukur dalam acara deklarasi dapat bersilaturahmi dan bertatap muka langsung dengan sosok Cabup Banyuwangi Mas Yusuf, yang mengusung tagline 'Bupati Isun Lanang Byaen.

Sementara H. Yusuf Widyatmoko dalam sambutannya menyampaikan terima kasih karena sudah ada kelompok yang peduli dan rela membantu bahkan mengorbankan harta bendanya dalam perjuangannya bersama Gus Riza. ”Insyaallah kami terbuka, tidak akan menjaga jarak dan selalu akan mendengar ketika terpilih nanti. Bahkan rakyat Banyuwangi kami persilakan datang ke pendapa untuk menyampaikan keluh kesah tanpa protokoler yang akan  diatur lebih lanjut teknisnya. Sehingga  pendapa betul betul milik rakyat Banyuwangi, rakyat bisa datang tidak perlu takut atau sungkan,” bebernya.