Asmui, Ketua Gapoktan Tani Makmur desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Asmui, Ketua Gapoktan Tani Makmur desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-H. Sugirah yang menyiapkan asuransi untuk petani, peternakan dan kelompok nelayan serta bantuan benih dan pupuk untuk petani, diyakini mampu membuat para petani Banyuwangi tersenyum dan bahagia. 

Pernyataan tersebut disampaikan Asmui, Ketua Gerakan Kelompok Tani (Gapoktan) “Tani Makmur” Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, ketika ditemui di rumahnya, Kamis (29/10/2020).

Baca Juga : Kiprah Para Istri yang Berjuang Dampingi Suaminya di Pilkada Banyuwangi

Menurut pria berusia 70 tahun itu, sebenarnya yang diharapkan para petani di desa cukup sederhana. Di mana, kebutuhan petani antara lain tersedianya pupuk, pembangunan saluran irigasi untuk para petani dan fasilitas jalan yang bagus di sekitar area pertanian yang akan memudahkan petani mengangkut hasil panenan.

“Harapan kami kepada paslon Ipuk- H Sugirah (yang berasal dari petani) apabila menjadi Bupati-Wakil Bupati Banyuwangi, jangan sampai petani mengeluh pada saat membutuhkan pupuk bersubsidi, seperti yang terjadi saat ini, langka. Sehingga petani harus membeli pupuk non subsidi yang harganya mahal dan tidak sebanding dengan hasil pertanian yang dihasilkan,”ucap Mui, sapaan akrabnya.

Ayah 4 (empat) anak itu menambahkan, program pemberian bantuan pupuk dan benih untuk para petani serta kenaikan alokasi Dana Desa (DD) untuk menuntaskan infrastruktur jalan desa yang ditawarkan paslon Ipuk-H. Sugirah, diharapkan mampu menjadi solusi bagi permasalahan para petani yang belum terpecahkan sampai saat ini.

Selanjutnya, pria asli Desa Olehsari itu menuturkan, permasalahan lain yang ada pada petani dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Tidak semua mau mengurus Kartu Tani yang menjadi salah satu persyaratan untuk bisa membeli pupuk bersubsidi. Demikian pula anjuran pemerintah untuk beralih pada pupuk organik, tidak sepenuhnya Gapoktan bisa menerapkan di lapangan.

Kendala lain yang dihadapi kelompok tani dalam melakukan pola tanam secara serentak sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai kehidupan hama tanaman seperti tikus, wereng dan virus juga tidak mudah dilaksanakan. 

“Karena terkadang sebagian masyarakat terpaksa tidak bisa melakukan karena tuntutan kebutuhan keluarga mereka,” ujar Mui yang membawahi lima kelompok tani di Desa Olehsari. 

Baca Juga : HUT ke-19 Kota Batu, HKTI Bagi-Bagi 2.000 Bibit Tanaman Cabai dan Terong

Lebih lanjut, sebagai Ketua Gapoktan yang memiliki lahan pertanian sekitar 250 hektar (ha), Mui yang mengalami tiga zaman (orde lama, orde baru dan orde reformasi ) ini kembali mengingatkan harapan sederhana para petani yang menjadi anggotanya. Yaitu, tersedianya pupuk bersubsidi yang cukup, adanya saluran irigasi pertanian dan fasilitas jalan desa sebagai urat nadi perekonomian masyarakat desa.

” Harapan para petani di desa semua sudah ada dalam program yang ditawarkan oleh paslon Ipuk-H Sugirah. Semoga Tuhan memberikan rida-Nya agar mampu menang dalam pemilihan bupati Banyuwangi mendatang,” pungkasnya.