Lokasi Kawasan Jompo Tampak Atas (foto: Istimewa)
Lokasi Kawasan Jompo Tampak Atas (foto: Istimewa)

Sejumlah alat berat mulai beroperasi di lokasi amblesnya beberapa ruko di kawasan Jompo, tepatnya di Jalan Sultan Agung, Jember. Bekerjanya eskavator tersebut menandai dimulainya perbaikan ruas jalan nasional yang membuat 8 ruko di atas sungai Jompo ambruk pada 2 Maret 2020 lalu.

Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief, secara langsung meninjau perbaikan jalan nasional yang melintang di atas sungai tersebut, Selasa (13/10/2020). Ia menyebut, efek dari perbaikan jalan nantinya akan mengubah arus lalu lintas di kawasan itu. 

Baca Juga : Jatim Bersaing dengan Sulsel Percontohan Pengendalian Covid-19, Ini Kata Gubernur Khofifah

Pembatas jalan akan digeser sekitar 3 meter ke arah barat untuk tempat material dan jalur keluar masuk alat berat. Pergeseran tersebut diperkirakan bisa mengganggu arus lalu lintas.

Target dari pembangunan kawasan Jompo ini, kata Abdul Muqit, yakni mengembalikan fungsi jalan yang ambles. 

"Jadi, ke depan tidak boleh ada lagi bangunan permanen maupun semi permanen di pinggiran sungai Jompo," ucapnya.

Sementara, Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Wonorejo-Jember-Batas Banyuwangi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, I Made Mardita menyampaikan, fokus perbaikan pada tahun ini tertuju pada fondasi. 

"Kita kerjakan fondasi sepanjang 130 meter ditambah 25 meter," terangnya.

Baca Juga : Tolak UU Ciptaker, Demo PMII dan GMNI Sumenep Berakhir Ricuh

Proyek multiyear ini dikerjakan menggunakan dana Anggaran Belanja Pendapatan Negara (APBN) senilai lebih dari Rp 15 miliar yang dikebut hingga Mei tahun 2021. Pada tahun depan, pelaksana menargetkan pembangunan penahan tanah seperti beton dan jalan.