Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara (Baju putih) menemui peserta demo di depa kantor DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara (Baju putih) menemui peserta demo di depa kantor DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Ribuan Mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar aksi demontrasi menolak Omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi, Senin (12/10).Peserta aksi berasal dari sejumlah kampus dan sekolah yang ada di Banyuwangi, sejumlah organisasi mahasiswa, elemen masyarakat.

Demo menolak Omnibus Law tersebut berlangsung kondusif, meskipun  sempat diwarnai pelemparan batu dan botol minuman ke arah petugas keamanan yang mengamankan aksi yang digelar dalam suasana pandemi wabah Covid 19.

Baca Juga : Ratusan Mahasiswa Tulungagung Bergerak Turun Jalan, Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja

Massa menolak Undang-Undang yang telah disahkan oleh DPR RI. Pasalnya, langkah DPR RI mengesahkan Omnibus Law yang diusulkan pemerintah pusat dianggap telah mencederai nasib para buruh.

Massa yang datang menyampaikan aspirasi ini pun ditemui wakil rakyat. Bahkam aspirasi yang disampaikan juga langsung diteruskan ke pemerintah pusat. 

I Made Cahyana Negara, Ketua DPRD Banyuwangi didampingi H M Ali Mahrus, wakil ketua dewan menemui langsung massa aksi dengan kawalan aparat kepolisian Banyuwangi.  “Tadi kami menandatangani aspirasi dari tuntutan  demonstran untuk  diteruskan ke pemerintah pusat yang salah satu poinnya menolak UU Omnibus Law,” jelas Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara kepada wartawan usai menemui dan berdialog dengan ribuan peserta demonstran.

Sementara Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, mengungkapkan pengamanan aksi melibatkan 1.150 personel. Aparat keamanan yang terlibat dalam pengamanan merupakan gabungan TNI/Polri, Satpol PP dan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Banyuwangi dan Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi.

Baca Juga : Deretan Ormas Gelar Aksi 1310 Tolak Omnibus Law, Benarkah KAMI Ikut Kerahkan Massa?

Perwira Polisi asal Sulawesi itu menuturkan dalam kegiatan pihak kepolisian menemukan beberapa pelajar yang terlibat dalam aksi demo. Untuk mengantisipasi pihaknya mengundang para Kepala Sekolah dan guru BP untuk membantu mengawasi para siswanya. ”Kami menyarankan para pelajar untuk tidak terlibat dalam demo dan sebaiknya fokus untuk belajar karena mereka tunas bangsa dan generus bangsa lebih baik fokus belajar dengan baik,” jelas Kapolresta.

Selanjutnya Kombespol Arman Asmara menambahkan dengan pendekatan yang humanis aparat keamanan berhasil menjaga kondusifitas aksi demo. Namun aparat terpaksa mengamankan dua orang peserta aksi yang melakukan pelemparan batu kepada aparat untuk dilakukan pembinaan.