Potret aktivitas masyarakat Swedia di tempat umum tanpa kenakan masker di masa pandemi Covid-19. (Foto: video capture).
Potret aktivitas masyarakat Swedia di tempat umum tanpa kenakan masker di masa pandemi Covid-19. (Foto: video capture).

Di saat masyarakat seluruh dunia seakan berlomba menekan angka penyebaran penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, lain halnya dengan negara Swedia.

Hal itu terlihat dari video yang ramai dibicarakan melalui pesan singkat WhatsApp belakangan ini. Rutinitas dan aktivitas masyarakat Swedia seakan tak ada sekat.

Baca Juga : Marak, Mengejar dan Menghukum Dukun Santet Dijadikan Konten YouTube

 

Protokol kesehatan yang menjadi acuan utama sebagai pencegahan Covid-19 seperti penggunaan masker setiap beraktivitas di luar rumah, tak tampak terlihat.

Potret itu tergambar jelas dalam video berdurasi kurang lebih 2 menit itu. Tampak masyarakat Swedia beraktivitas layaknya hari tanpa pandemi Covid-19. Tempat umum seperti mal hingga restoran dipenuhi oleh muda mudi, anak-anak, hingga orang dewasa tanpa masker.

Bergerombol seakan tak mengindahkan protokol kesehatan yang selama ini juga selalu diinstruksikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti physical distancing.

Dalam video yang tersebar tersebut berisi percakapan dua orang antara laki-laki dan perempuan, yang nampaknya berasal dari Indonesia. Mereka membicarakan aktivitas masyarakat Swedia yang santai tetapi angka kasus positif Covid-19 di sana bisa dikatakan sangat landai.

"Negara satu-satunya saat wabah corona di bulan September, Oktober tidak ada satu umat pun yang pakai masker. Tapi lucunya, di sini tidak ada corona. Rate coronanya rendah sekali, Malah hampir tidak ada," ucap sang perekam video seorang laki-laki ini.

Ia menunjukkan sekeliling dari tempatnya berada di sebuah restoran dan di kawasan mal. Setiap masyarakat Swedia tergambar dengan santai, ada yang menikmati makanan sambil mengobrol dengan koleganya tanpa masker.

Ada pula yang seakan berjalan berkeliling area mal, bergerombol dan lagi-lagi juga tidak mengenakan masker.

"Tidak ada dijumpai orang yang pakai masker di sini, mau duduk, mau santai tidak ada yang pakai masker. Jadi kira-kira kenapa itu kak kok nggak ada yang pakai masker?" katanya kepada seorang perempuan di depannya.

Menurut si wanita berkacamata ini, proporsi pandemi Covid-19 di Swedia saat ini sangatlah landai. Swedia, memang diketahui tidak pernah menerapkan Lockdown sejak kemunculan pandemi, dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.

Menurutnya, ketika diberlakukan lockdown justru akan membuat masyarakat Swedia akan banyak yang berjatuhan dan tertular Covid-19. Hal itu didasari karena kurangnya aktivitas dan bisa membuat seseorang menjadi stress yang berujung pada penurunan imunitas tubuh.

"Karena proporsi pandeminya apabila masyarakatnya ketakutan dengan adanya di lockdown akhirnya ekonomi jatuh dan kekuatan kita itu rendah, jadi disitulah dapat serangan dari penyakit. Stress kita tinggi, jadi imun tubuh lemah. Itulah makannya datang," ungkapnya.

Baca Juga : Suami di Tulungagung Shock, Pulang dari Malaysia, Istri Melahirkan Anak Selingkuhan

 

Ia menjelaskan jika kasus Covid-19 di Swedia memang sempat tinggi, tapi perlahan menurun jika dibandingkan dua negara terdekatnya Norwegia dan Denmark yang cukup tinggi kenaikan kasusnya dari awal pandemi.

"Jadi awalnya kita naik sekali, tapi lama-lama makin... Seperti Norwegia, Denmark sekarang kan naik ya dua kali lipat. Sementara di sini mungkin ada 2 atau 3 di seluruh Swedia kenaikan angka coronanya," jelasnya.

Masih menurut dia, hal itu juga dirasa karena masyarakat Swedia memiliki tingkat kesadaran yang tinggi untuk menerapkan hidup sehat dan bersih. Sebab, pemerintah setempat juga dengan tegas mengimbau apabila di antara masyarakatnya dalam kondisi sakit, maka cukup untuk di rumah saja.

"Karena udah punya prinsip juga orang Swedia, kalau kau sakit harus di rumah. Kesadarannya tinggi," ungkapnya.

"Jadi peraturan ketat, dan mereka kesadarannya juga tinggi ya, bagus," tambah sang perekam video.

Seperti diketahui, dilansir dari berbagai sumber Swedia tidak menerapkan lockdown. Rakyatnya tidak diperintahkan untuk tetap di rumah. Toko-toko, sekolah, dan restoran juga tetap buka meski kurva kasus berada di puncaknya saat awal pandemi.

Pada Agustus 2020, Swedia sempat mengumumkan ada 7.131 kasus baru. Jumlah ini turun cukup jauh dari 11.971 kasus di Juli bahkan 30.909 di Juni.

Hingga pertengahan September 2020 lalu angka kasus Covid-19 di negara Swedia sangat turun drastis, yakni hanya bertambah 1,2 persennya masyarakat yang positif.

Mulai melandainya kasus Covid-19 di Swedia ini, membuatnya dihapus dari daftar karantina Inggris, dan membuka kembali pintu bagi pariwisata dan perekonomiannya.