Camat Glagah didampingi Kades Paspan (kanan) Melakukan Simulasi Acara Pernikahan di desa Paspan kecamatan Glagah Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Camat Glagah didampingi Kades Paspan (kanan) Melakukan Simulasi Acara Pernikahan di desa Paspan kecamatan Glagah Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah Covid 19 pada saat hajaratn pernikahan, Camat Glagah H. Astorik, sebagai pembina  Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid 19 terjun langsung ke rumah warga yang akan melakukan hajatan pernikahan. Seperti yang dilakukan di desa Paspan Kecamatan Glagah Banyuwangi yang akan menggelar hajatan pernikahan dalam suasana pandemi Covid Kamis (1/10).

“Kami mengajari warga, melakukan simulasi kemudian melakukan gladi bersih sebelum tuan rumah resmi menggelar hajatan untuk memastikan yang mereka lakukan sudah memenuhi standar protokol kesehatan yang untuk pengawasan selanjutnya tentu melibatkan satgas Covid 19 desa,” jelasnya. 

Baca Juga : Tingkat Kesembuhan Naik Jadi 71 Persen, Dinkes Sleman Giatkan Sosialisasi

Menurut Astorik, program kunjungan langsung yang dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan yang maksimal kepada warga yang mempunyai hajat, lingkungan sekitar dan masyarakat Glagah umumnya. Tujuannya agar terhindar tertular Covid 19 karena ada pengumpulan massa dalam acara yang digelar.

Selanjutnya Camat berkacamata itu menuturkan pihaknya berupaya menjaga keseimbangan dalam kehidupan masyarakat, di mana warga bisa melangsungkan hajatan pernikahan atau khitanan dengan aman lancar dan sukses di satu sisi. Di sisi lain mampu memastikan warga mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya  mencegah menanggulangi dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corono Deseases (Covid 19) di wilayah Glahah khususnya dan di Banyuwngi secara umum.

Selanjutnnya Camat Glagah berharap adanya sinergitas dan kerja sama yang baik antara warga masyarakat dengan aparat pemerintah dalam mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Semuanya dilakukan demi menekan jumlah kasus Covid 19 agar tidak bertambah.