Ini peralatan Warning Reciever System yang ada di Kantor BPBD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Ini peralatan Warning Reciever System yang ada di Kantor BPBD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Terkait potensi terjadinya Tsunami setinggi 20 meter di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa yang disampaikan oleh peneliti ITB Sri Widiyantoro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyatakan kesiapannya untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Selama ini Lumajang sudah memiliki 5 Early Warning System atau sistim peringatan dini, yang ditempatkan di Pantai Wotgalih Yosowilangun, Pantai Dampar Pasirian, Pantai Tegalrejo dan Bulurejo Tempursari.

Baca Juga : Ledakan Picu 3 Kali Kebakaran Susulan, Ini Drama yang Terjadi Saat Pemadaman di Unirama

Wawan Hadi, dari Kantor BPBD Lumajang menjelaskan, ke lima alat ini sudah terkoneksi dengan BNPB di Jakarta, yang bisa memberikan peringatan dini, paling lama 20 detik dari terjadinya gempa, jika memang berpotensi tsunami.

"Alat ini akan mengirim signyal ke BNPB, kemudian secara bersamaan akan mengirim pesan kepada kami di Lumajang, jika memang gempa tersebut berpotesi tsunami," kata Wawan Hadi.

Setelah menerima pesan melalui Warning Receiver System yang ada di Kantor BPBD Lumajang, pesan tersebut akan disampaikan kepada relawan kebencanaan yang ada pada semua desa di pesisir selatan Lumajang, untuk melakukan meminta warga mencari tempat yang aman, setidaknya 5 KM dari bibir pantai.

"Jika semua berjalan dengan baik, tentu bisa meminimalkan korban dari tsunami, karena antara gempa dengan tsunami jedah waktunya sekitar 20 menit. Jadi masih ada waktu bagi masyarakat melakukan pengungsian ke tempat yang lebih aman," kata Wawan Hadi.

Baca Juga : Minggu 27 September, Gubernur Jatim Akan Gowes di Lumajang

Sementara itu Kepala BPBD Lumajang Drs. Agus Triono M.Si kepada Jatimtimes menjelaskan, potensi itu didasarkan kepada segmen megatrust yang ada disepanjang selatan pulau Jawa, namun jika tidak terjadi sesuau pada segmen megatrust tersebut, tentu tidak akan terjadi gampa yang berpotensi tsunami.

"Kita berharap semua ini tidak terjadi. Tapi ini kan alam, yang tidak bisa kita duga akan terjadi apa dan kapan. Yang penting kita menyiapkan manajemen penyelamatan manusianya sesuai dengan kemampuan kita," kata Agus Triono, yang juga Sekda Lumajang.