Gatot Nurmantyo (Foto:  RMOLSUMSEL)
Gatot Nurmantyo (Foto: RMOLSUMSEL)

Mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, Gatot kembali mengungkap sejarah saat dirinya dicopot oleh Presiden Joko Widodo sebagai panglima TNI pada Desember 2017 lalu.  

Gatot mengaku asalan Jokowi memecat dirinya karena telah menggelar nobar (nonton bareng) film sejarah G30S/PKI.  

Baca Juga : Setelah 5 Tahun Menjabat, Presiden Jokowi Akhirnya Pidato di Sidang PBB untuk Pertama Kali

Menanggapi hal itu, pemerintah menyebut  Gatot sengaja mengembuskan isu PKI jelang 30 September.   Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral Adian, pemerintah biasa saja menanggapi isu tersebut.

"Pemerintah melihat bahwa dinamika politik yang terkait dengan PKI itu biasa, apalagi menjelang 30 September," kata Donny

Lebih lanjut Donny mengatakan  setiap tahun pasti ada dinamika politik yang selalu menuding pemerintah berkaitan dengan PKI.   “Dari tahun ke tahun pasti ada dinamika politik. Ada suara-suara yang selalu menuding ini-itu terhadap pemerintah berkaitan PKI,” ucapnya.

Donny juga menegaskan pemerintah sama sekali tidak ada kaitannya dengan PKI.  Ia justru mengklaim pemerintah telah bekerja untuk keselamatan bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan tertentu, apalagi PKI.  

Baca Juga : Pabrik Aqua di Sukabumi Ikut Terendam Banjir Bandang hingga Trending, Begini Kondisinya

Mengenai tudingan Gatot terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) sebagai bentuk membangun nilai-nilai PKI, tentu saja itu tidak terbukti.   Terlebih diketahui, RUU HIP kini sudah diganti menjadi RUU Badan Pembinaan Ideologi. Donny pun mengatakan segala tudingan Gatot itu sangat tidak berdasar.