Candy Monster (Foto: IG umn_pictures)
Candy Monster (Foto: IG umn_pictures)

Film garapan karya anak bangsa kembali berhasil menembus festival internasional.  Kali ini film pendek animasi 3 dimensi berjudul "Candy Monster" menembus CHANIARTOON Internasional Comic dan Animation Festival 2020 sebagai official selection.  

Candy Monster merupakan karya mahasiswa Universitas Mulitimedia Nusantara (UMN) Banten.  Diketahui, UMN Picture merupakan unit produksi yang diinisiasi UMN selaku instansi perguruan tinggi.

Baca Juga : Swamp Thing, Serial Horor DC Comics Bakal Tayang 7 Oktober 2020

 

Sebagai unit produksi, UMN Pictures dilengkapi dengan usaha sebagai studio animasi, studio game, production house (rumah produksi), dan wahana permainan.  

Pengumuman menembus festival internasional tersebut disampaikan UMN Picture melalui akun Instagram @umn_picture Rabu (23/9/2020). "Festival ini bukan festival sebesar Zlin Film Festival yang memang merupakan Festival Film untuk industri. CHANIARTOON adalah film festival untuk para pelaku/ penggemar komik dan animasi yang bersifat non- mainstream atau 'indie'," begitu ujar UMN Picture Manager Kemal Hasan.

Candy Monster sendiri merupakan intellectual property (IP) yang dimiliki UMN.  

 

 

Diketahui, film animasi ini juga telah dikirim ke berbagai festival internasional dalam rangka memperkenalkan produk IP Candy Monster kepada pasar internasional.  

Bukan kali pertama. Ini merupakan kali kedua Candy Monster lolos di 2 festival animasi internasional.  

Sebelumnya, film animasi ini mendapat penghargaan CT: D Audience Award for the Best Short Animated Film dari 60th Zlin Film Festival 2020.  

Baca Juga : Keren! Trailer Perdana Serial WandaVision, Bersetting Sitkom Akan Tayang di Disney+Hotstar

 

Film pendek animasi itu menjadi film yang paling banyak dipilih penonton selama festival berlangsung di Kota Zlin, Ceko.  

Kemal lantas menuturkan bahwa setiap festival film memiliki "progranner", yakni orang atau pihak yang memilih film sesuai dengan karakteristik festival yang digelar.  

Mengikutkan Candy Monsters ke festival internasional, kata Kemal, maka semakin besar peluang agar film tersebut ditonton dari berbagai belahan dunia.