M Rachman Mulyadi (tengah) Kades Sraten Kecamatan Cluring Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
M Rachman Mulyadi (tengah) Kades Sraten Kecamatan Cluring Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Merebaknya pandemi wabah Covid 19  dalam kurun sekitar enam bulan telah mengakibatkan dampak yag luar biasa bagi semua sendi kehidupan masyarakat. Saat ini semakin banyak  warga masyarakat desa yang terkonfrimasi positif Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri. Fenomena yang terjadi mengakibatkan beberapa pemerintah desa merasa kewalahan karena keterbatasan anggaran yang mereka miliki untuk mengatasi masalah tersebut.

Menurut  H. Arif Rahman Mulyadi,  Kepala Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, pemerintah desa tak bisa berbuat banyak untuk membantu pasien covid-19 yang melakukan program isolasi mandiri, lantaran keterbatasan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dan tidak ada anggaran khusus untuk warga tersebut.

Baca Juga : Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19, Seperti Ini Kondisinya

"Selama menjalani isolasi mandiri warga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari, karena  warga yang menjalani program isolasi tidak boleh keluar rumah selama 14 hari," jelasnya.

Sekanjutnya dia  menambahkan, dampak dari adanya warga yang terkonfirmasi positif Covid 19 membuat warga di lingkungan sekitar khawatir. Bahkan tidak sedikit warga yang tinggal di sekitarnya  takut untuk mendekat. Disisi lain adanya fenomena warga terkonfirmasi positif Covid-19, banyak yang mengajukan bantuan kepada pemerintah desa, khususnya warga yang belum tersentuh berbagai macam bantuan pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten.

"Untuk menanggulangi permasalahan yang terjadi kami berharap, Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi bisa memikirkan dan memberikan solusi bagi warga desa yang menjalani isolasi mandiri," pinta Kades Sraten, yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Banyuwangi.