Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Dokumentasi MalangTIMES).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Dokumentasi MalangTIMES).

Sekitar tujuh ribu lebih, atau tepatnya 7.981, keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur (Jatim) sudah siap mandiri. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun terus mendorongnya dengan cara memberikan suntikan modal.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, setiap KPM memang diharuskan siap untuk mandiri. Sehingga mereka tidak selalu tergantung dengan berbagai bentuk program bantuan pemerintah. Berbagai program untuk meningkatkan kemandirian itu pun dilakukan. "Mereka mendapatkan modal sebesar Rp 2,5 juta," katanya di sela-sela agendanya di Kota Malang, Sabtu (19/9/2020).

Baca Juga : Segera Ambil Promo Town House The Kalindra Sebelum Kehabisan Unitnya

Perempuan berhijab itu meminta agar pendamping PKH terus melakukan pendampingan kepada KPM yang siap mandiri. Sehingga, format usaha yang diberikan bisa dijalankan dengan maksimal dan terus meningkatkan kemandirian dari setiap KPM.

Perempuan berhijab itu berharap, bantuan modal yang diberikan di tengah pandemi covid-19 itu diharapkan bisa menyuntik perekonomian masyarakat. Sehingga daya beli meningkat dan perekonomian pulih seperti sebelumnya.

Lebih jauh Khofifah menyampaikan, upaya pemulihan ekonomi di Jatim juga dimaksimalkan dengan berbagai program yang dibuat pemerintah pusat. Salah satunya program subsidi upah bagi para pekerja. "Harapannya ekonomi masyarakat tangguh. Kalau daya beli ekonomi baik, maka pergerakan ekonomi akan baik," jelasnya.

Khofifah menjelaskan, saat ini lebih dari satu juta pekerja di Jawa Timur yang telah menerima pencairan bantuan upah tersebut. Dia optimistis bantuan yang terus digelontorkan itu mampu mengatrol pergerakan ekonomi masyarakat di Jatim.