Suasana Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi Secara Daring di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Suasana Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi Secara Daring di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Banyuwangi akan menggelar Rapat Paripurna secara virtual untuk melanjutkan pembahasan Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD P) Kabupaten Banyuwangi Tahun Anggaran (TA) 2020 pada Jumat (18/9).

Agenda rapat paripurna ini Penyampaian Pemandangan Umum (PU) Fraksi atas penyampaian Bupati Banyuwangi nota keuangan perubahan APBD TA 2020 yang digelar di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Banyuwangi Kamis (17/9).

Baca Juga : DPRD Banyuwangi Teken Ranperda Perubahan Anggaran 2020

Rapat paripurna yang digelar secara daring tersebut dipimpin oleh Michael Edy Hariyanto, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi dan diikuti secara langsung oleh sebagian anggota dewan dan sebagian yang lain mengikuti secara virtual sesuai protokol kesehatan.

Seusai rapat paripurna Michael menuturkan secara umum pihak legislatif memahami situasi dan kondisi Banyuwangi yang terdampak pandemi wabah Covid 19. Di mana target Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan. ”Kami tetap mendorong eksekutif untuk mencari terobosan dalam mengoptimalkan potensi pemasukan pendapatan di luar sektor pariwisata agar selisihnya tidak terlalu banyak,”jelas Politisi Partai Demokrat itu.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam penyampaian nota keuangan antara lain mengungkapkan setelah mengadakan evaluasi terhadap perencanaan dan realisasi penerimaan pendapatan, perlu adanya penyesuaian penerimaan pendapatan baik yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun PAD pada perubahan APBD TA 2020. Sehingga terdapat pengurangan maupun penambahan target di masing-masing pos pendapatan antara lain; Adanya penurunan target PAD, penyesuaian pendapatan dari Pendapatan Transfer-Dana Perimbangan dan adanya penyesuaian pendapatan dari lan-lain pendapatan daerah yang sah.

Menurut Bupati Anas, estimasi perubahan pendapatan dalam TA 2020 semula sebesar sekitar Rp 3,339 trilun  mengalami penurunan sebesar 3,37 persen menjadi sekitar Rp 3.215.310 .000.

Selanjutnya dia menambahkan kebijakan umum perubahan belanja daerah pada APBD Perubahan TA 2020 diarahkan pada optimalisasi penanganan pandemi Covid 19 yang dialokasikan melalui 3 (tiga ) program prioritas yaitu; penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial (Social Safety Net).

Baca Juga : Bongkar Aib Pertamina hingga Minta Kementerian BUMN Dibubarkan, Tagar #Ahok Trending!

“Rancangan perubahan APBD Kabupaten Banyuwangi TA 2020 yang telah disampaikan masih dapat berubah baik kegiatan,uraian kegiatan berikut dananya sesuai dengan hasil pembahasan yang dilakukan bersama antara Eksekutif dengan Legislatif,”jelas Bupati Anas.

Tidak lupa dia menyampaikan terima kasih atas perhatian pimpinan dan anggota dewan yang mengikuti rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan kabupaten Banyuwangi TA 2020 sampai dengan selesai. Selain itu juga mengajak semua masyarakat Banyuwangi untuk berdoa kepada Alloh SWT agar musibah pendemi Covid 19 bisa segera tuntas dan masyarakat bisa menjalani kehidupan dengan normal.