Pembekalan peserta  bela negara di lapangan Uniba Banyuwangi.
Pembekalan peserta bela negara di lapangan Uniba Banyuwangi.

Melemahnya  semangat kesadaran bela negara di tengah masyarakat menjadi kekhawatiran berbagai pihak. Oleh karena itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyuwangi  menumbuhkan kembali kesadaran bela negara khususnya di kalangan pemuda.

Caranya dengan  menggelar kegiatan bertajuk Peningkatan Kesadaran Bela Negara. Kegiatan inj melibatkan ratusan  pemuda dari ormas keagamaan dan kepercayaan se-Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Deklarasi Damai Pilkada di Polres Sleman, Dandim 0732 Ungkap Soal Kerja Sama Penanganan Covid-19

 

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi  Abdul Aziz Hamidi  mengatakan, pemuda memiliki kapasitis dan kapabilitas dalam bela negara. Namun, fenomena globalisasi yang terjadi saat ini telah membawa  ancaman dan perubahan karakter pemuda bangsa Indonesia.

"Kesadaran bela negara menjadi tanggung jawab bersama seluruh bangsa Indonesia, terlebih bagi generasi muda. Pada generasi inilah, masa depan bangsa Indonesia dipertaruhkan," kata Abdul Aziz Hamidi saat membuka acara di aula Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba).

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Kamis 10 September hingga Jumat 11 september 2020. "Kami menghadirkan pemateri dari Lanal Banyuwangi dan Kodim 0825 Banyuwangi" tambah Aziz.

Aziz berharap diselenggarakannya kegiatan bela negara ini dapat meningkatkan pengetahuan, tekad, sikap dan perilaku menjunjung bela negara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Sementara itu, Pasiter kodim 0825 Banyuwangi Kapten Kav Makali menjelaskan bahwa keberadaan Pancasila satu-satunya asas kehidupan berbangsa, ideologi dan dasar negara Republik Indonesia yang harus dipertahankan bersama.

Untuk itu, menurut Makali, wawasan Kebangsaan itu perlu diterapkan kepada penerus bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila. " Wawasan Kebangsaan diciptakan untuk menekan kedisiplinan kita sebagai masyarakat" jelas dia.

Baca Juga : Deklarasi Perangi Narkoba, Bupati Sumenep Tetap Ingatkan Soal Covid-19

 

Sementara, Paspotmar Lanal Banyuwangi Lettu laut (KH) Rianto dalam materinya lebih menjelaskan peran pemuda yang cukup dominan dalam pembentukan Kkmcad (komponen cadangan) dan komduk  (komponen pendukung).

"Namun teknisnya masih disiapkan. Yang jelas nanti peserta akan mengenakan seragam komponen cadangan, mengikuti pendidikan dasar militer, menjalani program khusus dan menerima uang saku. Bagi mereka yang berumur minimal 18 tahun dapat mendaftarkan diri, dan dapat aktif sebagai Komcad hingga usia 48 tahun" jelas Rianto.

Dalam skema bela negara, ada tiga komponen yang tersedia. Yaitu komponen utama, komponen cadangan dan komponan pendukung. Komponen utama adalah TNI. Sedangkan komponen cadangan adalah sumber daya yang sudah disiapkan melalui mobilisasi. Komponen pendukung memaksimalkan dua komponen itu dalam pelaksanaan fungsinya.

Selebihnya,  200 peserta bela negara itu dilatih  baris berbaris serta perkenalan dari masing masing perwakilan  krmas keagamaan dan kepecayaan serta karang taruna hingga acara usai.