Postingan Instagram @teluuur
Postingan Instagram @teluuur

Sebuah video kembali viral di berbagai kanal media sosial di Malang, ada sejumlah warga yang melucuti Alat Pelindung Diri (APD) dari petugas pemakaman. Warga memaksa petugas menanggalkan APK karena menganggap jenazah yang akan dimakamkan tersebut tidak positif Covid-19. 

 

Bahkan banyak suara di dalam video tersebut yang menginginkan pemakaman dilaksanakan tanpa menggunakan peti yang saat ini adalah sebuah prosedur pemakaman Covid-19.

Baca Juga : Viral, Polisi Tak Pakai Masker saat Berhentikan Pengendara R4

 

Covid-19 masih menjadi bayang-bayang masyarakat di seluruh Indonesia karena keberadaannya yang dianggap membahayakan. Namun banyak juga orang yang meyakini bahwa Covid-19 telah tiada dan justru menganggap rumah sakit membuat satu keputusan yang mengada-ada.

Di dalam caption postingan video dari akun Instagram bernama @teluuur tersebut tertera pihak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang telah memvonis jenazah tersebut positif Covid-19. Padahal sebelum meninggal dunia, jenazah telah dirawat di RS Abdul Rahman Saleh dan dinyatakan negatif Covid-19.

"Kejadian di Malang, astronot yang akan memakamkan jenazah terduga Covid dilucuti mantelnya karena warga tidak percaya Almarhum terkena corona. Almarhum yang awalnya memeriksakan diri ke RS Abdul Rahman Saleh telah menderita diabetes sejak lama, dan hasil test-nya pun negatif. Namun setelah dirujuk ke RS Saiful Anwar tiba-tiba dinyatakan positif covid, yang membuat Almarhum down dan meninggal. Pihak keluarga kemudian meminta hasil lab namun pihak rumah sakit tidak bisa menunjukkan dan penjelasannya dianggap bertele-tele yang membuat warga tidak terima," tulis akun @teluuur dalam caption postingannya pada Rabu (26/8/2020).

Di dalam video, beberapa warga meneriaki petugas pemakaman yang memakai APD warna merah tersebut. "Coploken ae, timbang di anu wong-wong engkok, tambah panas kabeh. Coploken ae mantelmu, ora udan nggawe mantel," ujar suara dalam video. 

"Lepas saja, daripada dihajar orang-orang nanti, tambah panas semua. Lepas saja mantelmu, tidak hujan kok pakai mantel," ucap warga bergantian.

Di situ, petugas yang memakai APD tidak bisa berkata-kata ataupun melawan karena di dalam video terlihat ia sendiri. Entah rekan tim yang ikut memakamkan apakah ikut berjalan ke arah makam atau tidak, karena peti yang di dalamnya ada jenazah tersebut digotong oleh warga.

Saat di depan liang lahat, warga pun kembali menyuarakan agar peti yang digunakan untuk menguburkan jenazah dibuka. Bahkan, satu anggota TNI yang ikut mengamankan prosesi pemakaman juga tidak bisa berbuat banyak karena warga terus memaksa untuk membuka peti tersebut. 

Keyakinan warga karena jenazah dianggap tidak positif Covid-19, hal itu berbekal dari keterangan RSSA yang juga tidak bisa memberikan hasil tesnya. Meski warga ngotot ingin membuka peti tersebut, pemakaman tetap dijalankan sesuai protokol kesehatan dengan menggunakan peti yang langsung dimasukkan ke liang lahat.

"Aman wes, aman."
"Lek gak dibuka eroh ta iku." Kalau tidak dibuka tahu enggak itu.
"Buka sek, bukaen." Buka dulu (petinya), buka saja.

Baca Juga : Tak Ingin Rugi, Ratusan Pedagang Pasar Mojoagung Pindah ke Belakang

 

Tidak hanya video, postingan tersebut juga berisi beberapa foto yang menunjukkan jas hujan atau mantel dari petugas pemakaman yang dibuang di selokan. Bahkan ada pula foto yang menunjukkan bahwa mantel tersebut dibakar.

Untuk mengetahui kebenaran informasi postingan tersebut, MalangTIMES mencoba menghubungi Humas RSSA Malang. Terlebih, rumah sakit yang ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Malang tersebut adalah rumah sakit rujukan Covid-19.

Dalam keterangannya, Kasubag Humas RSSA Malang Dony Iryan Vebry Prasetyo awalnya mengatakan bahwa pihaknya mengetahui postingan tersebut. Akan tetapi mengetahui hanya foto makam dan menjelaskan bahwa postingan foto dari Instagram belum bisa diketahui kebenarannya.

"Oh iya itu kalau tidak salah fotonya cuma foto makam, jadi saya tidak bisa memastikan itu dari RSSA, karena ini kan instagram," ucap Doni awal pembicaraan.

Setelah diberi penjelasan bahwa ada postingan berbentuk video, Doni mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menelusuri kasus tersebut. "Jadi kami masih telusuri kami tanyakan ke forensik, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Nanti kalau sudah ada konfirmasi dari forensik kami akan sampaikan," lanjut Doni.

Ketika ditanya apakah ada pasien yang berasal dari RS Abdul Rahman Saleh dan meninggal karena hasil tes nya positif Covid-19, Doni belum bisa memberikan keterangan karena menurutnya di dalam postingan foto dan video yang viral di media sosial itu tidak dijelaskan nama dan berasal dari daerah mana.

"Nah itu maka nya saya masih belum bisa sampaikan, di situ tidak ada siapa nama pasiennya, itu yang membuat kita masih kesulitan," jelas Doni.