Suasana pemberangkatan tur berkuda Pordasi Banyuwangi. (Nurhadi/BanyuwangiTimes)
Suasana pemberangkatan tur berkuda Pordasi Banyuwangi. (Nurhadi/BanyuwangiTimes)

Selama masa pandemi Covid-19, olahraga bersepeda menjadi tren baru. Tapi berbeda dengan sejumlah warga Banyuwangi. Saat banyak orang tur dengan bersepeda, mereka malah mengendarai kuda pacu. 

Puluhan pecinta dan pemilik andong dan kuda pacu di wilayah Banyuwangi mengikuti kegiatan konvoi atau tur berkuda yang mengambil start di wilayah Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Banyuwangi, Minggu (19/7/2020) kemarin.

Baca Juga : Pordasi Jatim Target Olahraga Berkuda Tampil dalam Porprov

Menurut Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Banyuwangi Slamet Riyadi, pelaksanaan program tur berkuda merupakan salah satu upaya merangkul dan menyatukan para pemilik pecinta dan penghobi olahraga berkuda yang ada di wilayah Banyuwangi.

Pria yang akrab disapa Baba ini menuturkan, sekarang jumlah kuda yang ada di wilayah Banyuwangi tercatat lebih dari seratus ekor yang tersebar mulai wilayah selatan (Arya Bima Stabel) Gambiran, Genteng sampai dengan wilayah utara (Laros Horse Stabel) Glagah Banyuwangi.

”Setelah cukup lama vakum kami berupaya menghidupkan kembali dan antusiasme serta potensi olahraga berkuda Banyuwangi cukup tinggi. Janji kami kepada pengurus Pordasi Provinsi Jawa Timur dalam satu atau dua bulan sekali akan menggelar tur dan lomba pacuan kuda,” jelas pemilik Laros Horse Stabel Glagah itu.

Selanjutnya, Baba menambahkan dalam meringankan tuan rumah untuk tur, pihaknya memberikan bantuan pakan dan dana secukupnya. Hal tersebut dilakukan agar pemilik kuda di Banyuwangi bisa bersatu dan kompak dalam melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di kota ujung timur pulau Jawa.

Lebih lanjut dia menuturkan dalam rangka mengoptimalkan potensi kuda yang ada di bumi Blambangan, Pordasi Banyuwangi merangkul semua potensi yang ada mulai komunitas andong, kuda/jaran kencak, kuda pacu maupun kuda tunggang serasi. 

Bahkan untuk jaran kencak akan diadakan lomba di kawasan Pantai Blimbingsari. Dalam waktu dekat pengurus Pordasi akan sowan kepada Bupati Banyuwangi agar memberikan izin lomba jaran kencak dan memberikan dukungan maksimal agar acara bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Baca Juga : Arema FC Terancam Tanpa Striker Asing di Tengah Musim 2020 Nanti

Baba menegaskan sebagai pengurus olahraga berkuda yang baru terbentuk, jajaran pengurus siap berjuang maksimal mendukung kelancaran dan kesuksesan program kerja Pordasi Jatim dalam mengembangkan pembinaan dan peningkatan prestasi lomba pacuan, tunggang serasi dan memanah dengan menunggang kuda maupun seni lomba jaran kencak.

Untuk program latihan bagi kuda pacu dilakukan di masing-masing stabel yang ada. “Kemudian untuk memanah di wilayah Banyuwangi utara digelar pada hari Minggu di lapangan sepakbola kecamatan Glagah,” ujar pria asal Glagah tersebut. 

Sedangkan untuk pelaksanaan lomba pacuan kuda menurut Baba minimal dilaksanakan selama tiga hari. Adapun tempat penyelenggaraan akan dibahas lebih lanjut oleh pengurus Pordasi Banyuwangi dan disupport oleh AKP Mas Arjaka, Pembina Pordasi Banyuwangi sekaligus salah seorang pengurus Pordasi Jatim.