Cuplikan surat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi.
Cuplikan surat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi menggelar pelayanan rapid test gratis di seluruh puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi. Namun, ada beberapa kriteria yang masuk dalam cover tes gratis tersebut.

Pelayanan rapid test gratis itu tercantum dalam surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi Nomor. 26/GTCOVID19BWI/VII/2020. Surat itu ditandatangani Sekretaris II Widji Lestariono. Isinya tentang pemberitahuan pelayanan rapid test covid-19 gratis di puskesmas yang ditujukan kepada camat se-Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Kembali Aktif, Warga Netra RSBN Jalani Rapid Test

Plt Camat Gambiran Budi Susanto membenarkan isi surat tersebut. “Nggih Mas, pelayanan rapid test gratis yang dimaksud itu untuk mereka yang tertera dalam surat,” kata Budi.

Lebih jelasnya, isi surat itu dalam rangka menindaklanjuti  surat Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Nomor 440/6544/42 9.112/2020 tentang pemeriksaan screening rapid test covid-19.

Ada beberapa sasaran untuk tes rapid gratis itu. Pertama, calon mahasiswa yang akan melaksanakan tes UTBK  (ujian tes berbasis komputer)  dengan persyaratan membawa fotokopi KTP/KK Banyuwangi. Juga bukti pendaftaran peserta ujian dan keterangan yang menyatakan bahwa untuk melaksanakan UTBK, dibutuhkan  pemeriksaan rapid test non-reaktif.

Kedua para sopir dengan syarat membawa fotokopi KTP/KK Banyuwangi. Juga surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan atau surat keterangan desa yang menyatakan pemohon adalah sopir logistik jurusan Bali dan tidak bernaung di bawah perusahaan. 

Saat ini  rapid test dapat dilayani di seluruh puskesmas di Banyuwangi tanpa memperhatikan wilayah tempat tinggal sopir yang bersangkutan. Namun mulai 20 Juli 2020, pelayanan rapid test dilaksanakan sesuai wilayah tempat tinggal sopir.

Ketiga untuk pedagang asongan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dengan syarat membawa fotokopi KTP/KK Banyuwangi. Juga surat keterangan desa yang menyatakan pemohon adalah pedagang asongan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. 

Baca Juga : Ada Pasien Konfirm Covid-19 Isolasi di Rumah, Dewanti: Risiko Tinggi, Sebaiknya di Shelter

Saat ini tes rapid dapat dilayani di seluruh puskesmas di Banyuwangi tanpa memperhatikan wilayah tempat tinggal pedagang yang bersangkutan.  Namun mulai 20 Juli 2020, pelayanan rapid test dilaksanakan sesuai wilayah tempat tinggal pedagang yang bersangkutan.

Keempat para santri dalam daerah yang menempuh pendidikan di pondok pesantren wilayah Banyuwangi. Dia mendapatkan surat keterangan sehat dari puskesmas wilayahnya dengan membawa fotokopi KTP/KK Banyuwangi.

Santri dalam daerah yang menempuh pendidikan di pondok pesantren luar daerah Banyuwangi melakukan pemeriksaan rapid dengan membawa fotokopi KK KTP Banyuwangi.

Sedangkan santri luar daerah yang menempuh pendidikan di pondok pesantren wilayah Banyuwangi harus membawa fotokopi KTP/KK serta wajib membawa hasil pemeriksaan rapid non-reaktif dari daerah asalnya. Jika tidak membawa hasil pemeriksaan rapid, maka harus bisa menunjukkan permohonan/brosur dari pondok pesantrennya di Banyuwangi untuk dapat dilakukan pemeriksaan rapid di puskesmas wilayahnya.