Para Tersangka Pengedar Narkoba dan Obat-obatan Terlarang Yang Berhasil Diringkus Satresnarkoba Polresta Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Para Tersangka Pengedar Narkoba dan Obat-obatan Terlarang Yang Berhasil Diringkus Satresnarkoba Polresta Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Satuan Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya (Satreskoba) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi menangkap 36 orang diduga terlibat tindak kriminal perdagangan narkotika dan obat-obatan terlarang selama satu bulan terakhir.

Menurut Wakapolresta Banyuwangi AKBP Wahyu Kusumo Bintoro, dalam ungkap kasus tersebut, aparat kepolisian  berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 93 paket sabu seberat 67,86 gram, 24.410 butir pil Trex, dan 1.902 butir pil tramadol. Petugas juga mengamankan  5 buah timbangan, 32 unit handphone, 3 unit sepeda motor, 23 bendel plastik klip, 3 bong dan uang tunai Rp 1,2 juta.

Baca Juga : Nyuri Motor 2 Tahun Lalu dan Kabur ke Jawa Tengah, Saat Pulang Tetap Diciduk Polisi

Kusumo mengatakan, para tersangka yang ditangkap Satresnarkoba Polresta Banyuwangi merupakan hasil operasi yang digelar selama satu bulan lebih mulai tanggal 1 Juni sampai 13 Juli 2020.

“Selama 43 hari kami berhasil mengungkap 30 kasus narkoba, yang terdiri dari 27 kasus sabu-sabu dan 3 kasus daftar G,” kata Wakapolresta Banyuwangi AKBP Kusumo saat Press Conference di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (15/7)

“Dari pelaku kasus tersebut, kami berhasil mengamankan 36 tersangka yang di antaranya 34 orang laki-laki dan 2 orang perempuan dan di antaranya ada yang residivis,” imbuhnya.

Kusumo menambahkan, modus yang digunakan para tersangka dalam mengedarkan Narkoba di Banyuwangi  adalah dengan  sistim ranjau. Bahkan, modus yang dilakukan salah satu tersangka cukup dibilang nekat. Pasalnya, paketan sabu dipasarkan di dalam bungkusan rengginang (jajanan tradisional) dan rencananya akan dimasukkan ke sel tahanan.

“Beruntung kami terlebih dahulu dapat mencegahnya saat melakukan penangkapan di rumahnya, sebelum paketan sabu itu berhasil masuk ke dalam sel tahanan,” ujarnya.

Baca Juga : Buat Bondet, Dua Pemuda di Sumenep Ditangkap Polisi

Selanjutnya AKBP Kusumo menuturkan, ungkap kasus narkoba yang dilakukan ,merupakan salah satu bukti nyata keseriusan Polresta Banyuwangi untuk memerangi peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di kota ujung Timur Pulau Jawa. 

Perwira berpenampilan kalem itu menegaskan Polresta Banyuwangi tidak ada kata kompromi dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lain. “Kalaupun ada oknum (Polisi) yang terlibat dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba, kami akan tindak tegas dan tidak ada kata toleransi,” tegasnya.