Sulistyowati, Camat Wongsorejo Turun Langsung Memantau Masyarakat Di Ceck Point Wongsorejo Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Sulistyowati, Camat Wongsorejo Turun Langsung Memantau Masyarakat Di Ceck Point Wongsorejo Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Banyak suka duka dirasakan petugas saat bertugas menjaga pintu masuk Banyuwangi di wilayah Wongsorejo selama pandemi Covid-19. Apalagi, petugas tidak hanya dituntut pengguna jalan dan masyarakat yang melintas mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Ada tuntutan lain yang harus dipenuhi oleh petugas saat berjibaku di lapangan selama lebih dari tiga bulan terakhir.

Menurut Sulistyowati, Camat Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi dalam menjaga di lintasan yang padat kendaraan dan pintu masuk warga yang menuju Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), petugas dituntut untuk selalu waspada dan menjaga kebugaran tubuh dalam waktu 24 jam nonstop.

Baca Juga : Bupati Lumajang Sebut Ranu Aeng, Airnya Cukup Untuk 15 Ribu KK

Alumni Fisip Universitas Jember itu menuturkan duka yang dirasakan adalah saat mengetahui ada dua warga kecamatan Wongsorejo yang dinyatakan positif terkena virus Corona. "Muspika bersama pemerintah desa bekerja sama memastikan kedua pasien tersebut benar-benar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Selama melaksanakan isolasi mandiri seluruh kebutuhan dua warga tersebut ditanggung penuh oleh Kecamatan dan pemerintah desa,"jelasnya.

Kedua warga Wongsorejo yang dinyatakan positif terkena virus Corona, satu orang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) yang melakukan docking di Surabaya sekitar satu bulan. Kemudian kasus kedua merupakan warga bekerja sebagai security provinsi Bali, imbuh Ibu satu putri tersebut Setelah empat belas hari melakukan isolasi mandiri kedua pasien tersebut dinyatakan sembuh.

Camat perempuan tersebut menambahkan  rasa suka selama menjalani tugas di ceck poin Wongsorejo adalah kebanggaan karena mendapat kepercayaan pemerintah menjaga masyarakat agar tidak terjangkit wabah Covid-19. 

Rasa puas muncul apabila menjumpai masyarakat yang memahami dan mematuhi protokol kesehatan mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun maupun selalu  menjaga jarak dan lain sebagainya, imbuh Sulis

Dalam masa transisi menuju tata kehidupan normal baru atau era new normal pihak Muspika tidak kenal lelah selalu melakukan sosialisasi dan edukasi serta memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang berupa masker, disinfektan maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan program bantuan sosial yangc lain bagi warga yang terdampak langsung. 

"Kami sudah maksimal melakukan sosialisasi dan edukasi. Namun sebagian warga kesadaran mereka untuk mematuhi protokol kesehatan sangat kurang. Misalnya tidak menggunakan saat melakukan kegiatan di luar rumah," jelas Sulis

Baca Juga : Peringati Hari Bhayangkara, Polresta Kediri Salurkan Bantuan Beras

Lebih lanjut dia menambahkan dalam menghadapi semua pihak harus inovatif kreatif dan adaptif dengan situasi dan kondisi yang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Dalam masa transisi menuju tata kehidupan normal baru, dua destinasi wisata di Wongsorejo yaitu Bangsring Under Water (Bunder) dan Grand Watudodol (GWD) memasuki uji coba setelah pemerintah menyatakan damai dengan Covid-19.

Menurut Sulis, dalam tahapan ini para wisatawan yang akan masuk di dua destinasi tersebut wajib mematuhi protokol kesehatan. Selain itu petugas juga melakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan alat Thermogun. 

"Bagi wisatawan yang tidak menggunakan masker mereka dilarang memasuki kawasan wisata Bunder maupun GWD meskipun masih dalam tahap uji coba. Muspika Wongsorejo akan melakukan kontrol dan pengawasan serta evaluasi secara berkala progres pelaksanaan program uji coba yang dilaksanakan,"jelas Camat asli Wongsorejo tersebut.