Kuntha Prastawa, Camat Songgon Saat Melakukan Sosialisasi Covid- 19 di Kantor Kecamatan Songgon (Nurhadi/ JatimTIMES)
Kuntha Prastawa, Camat Songgon Saat Melakukan Sosialisasi Covid- 19 di Kantor Kecamatan Songgon (Nurhadi/ JatimTIMES)

Dalam masa keprihatinan nasional akibat wabah Covid- 19 Pemerintah Kecamatan Songgon diminta fokus dalam menangani penyebaran wabah sekaligus memantau perkembangan curah hujan sebagai antisipasi tidak terulangnya musibah banjir bandang yang menimpa masyarakat Alasmalang Kecamatan Singojuruh Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Menurut Kuntha Prastawa, Camat Songgon pasca musibah banjir bandang yang lalu, bagi pengelola wisata di wilayah Songgon merupakan berkah karena banyak kayu yang tidak bertuan dan dimanfaatkan untuk membangun pondok di Wisata Kalibadeng.

Baca Juga : Bertambah 7 Kasus, Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Meninggal Dunia

"Kemudian jalur rafting dan tubing justru tertata lebih rapi dan lebih menantang pasca datang musibah banjir yang menerjang masyarakat Singojuruh dan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Kali Badeng," jelas camat berkumis tebal itu.

Pejabat kelahiran Klaten itu menambahkan dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya banjir bandang akibat curah hujan dan anomali cuaca maka dibentuk Grup Kalibadeng yang terdiri dari Muspika Blimbingsari, Rogojampi, Singojuruh dan Kecamatan Songgon. 

Muspika Songgon diharapkan memberikan informasi ter up date apabila terjadi hujan lebat di daerah atas.

"Agar warga masyarakat yang berada di sepanjang Kalibadeng bisa melakukan antisipasi sejak awal. Kami berharap semoga musibah banjir bandang tidak terjadi lagi," imbuh mantan Kabag Hukum Pemkab Banyuwangi itu.

Selanjutnya dalam menyongsong tata kehidupan normal baru atau era new normal, destinasi wisata di wilayah Songgon yang sudah siap menerima kunjungan wisatawan adalah Wisata Hutan Pinus. Namun terkendala belum adanya petunjuk pelaksanaan (juklak) teknis untuk wisata rafting dan tubing yang menjadi salah satu andalan wisata Songgon.

Untuk menjamin keamanan kenyamanan dan kesehatan Songgon sebagai destinasi tujuan wisata yang aman Muspika sudah melakukan sosialisasi agar restoran, warung, PKL dan tempat wisata mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga : Kabupaten Bondowoso Dapat Mesin PCR, BNPB Pantau Langsung Bantuan

Sebagai Ketua Satgas Covid 19, Camat Songgon Kuntha Prastawa bersama Muspika melakukan operasi pemakaian masker sebagai salah satu syarat wajib protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Bagi warga yang tidak memakai masker mereka memberikan pilihan siap memakai masker, atau putar balik. Bahkan para pedagang pasar dan pengunjung pasar tradisional yang tidak menggunakan masker petugas sengaja tidak memberikan bantuan tetapi menunjukkan tempat yang menjual masker. 

"Sudah sering kali sosialisasi imbauan dan memberikan masker gratis pada masyarakat. Harapannya, dengan operasi yang dilakukan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” tegas pejabat yang menjadi penasehat Perbasi Banyuwangi tersebut.